Potensi Hasil dan Tanggapan Sembilan Klon Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) PGL Terhadap Variasi Curah Hujan di Kebun Bagian Pagilaran
INTISARI: Teh merupakan
tanaman yang peka terhadap variasi curah hujan. Masing-masing klon teh
berkemungkinan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap curah hujan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil sembilan klon teh
(Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) PGL dan tanggapan masing-masing klon
terhadap variasi curah hujan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari –
Juni 2012 di blok Sanderan II unit produksi Pagilaran. Sembilan klon PGL yang
diuji yaitu PGL 4, PGL 6, PGL 7, PGL 9, PGL 10, PGL 11, PGL 12, PGL 15, PGL 16,
dan klon unggul TRI 2025 sebagai pembanding. Penelitian disusun dalam Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan 30 perdu sebagai
ulangan pada masing-masing klon. Data hasil pengamatan berupa komponen hasil
dan hasil tanaman teh selama 10 kali pemetikan dianalisis dengan sidik ragam
dan uji lanjut DMRT pada a = 5%. Tanggapan terhadap variasi curah hujan berupa
tingkat ketahanan diketahui dengan hubungan regresi antara curah hujan bulanan
terhadap hasil pucuk segar bulanan dalam kurun waktu dua tahun yang merupakan
data sekunder.Dari hasil penelitian diperoleh tiga klon PGL yang memiliki hasil
pucuk tinggi, yaitu PGL 6, PGL 10, dan PGL 16, dengan potensi hasil
masing-masing 3,435 ton/Ha/tahun, 3,795 ton/Ha/tahun, dan 4,115 ton/Ha/tahun.
Klon PGL 6 dan PGL 10 memiliki potensi hasil
setara dengan TRI 2025, sementara PGL 16 lebih tinggi dibanding klon TRI
2025. Klon PGL 16 memiliki kualitas dan pertumbuhan pucuk paling baik, dengan
nisbah pucuk peko dan burung lebih dari 1. Klon PGL 6, PGL 10, dan PGL 16
memiliki ketahanan tinggi terhadap variasi curah hujan karena hasil pucuk tetap
stabil dengan penurunan yang kecil baik saat curah hujan rendah maupun tinggi.
Kata kunci: Curah hujan, klon
PGL, potensi hasil, kualitas pucuk
Penulis: Ria Arum Yuliana,
Didik Indradewa, dan Erlina Ambarwati
Kode Jurnal: jppertaniandd130215