Pertumbuhan Tiram Mutiara (Pinctada maxima)pasta Kepadatan Berbeda
Abstract: Tiram mutiara
(Pinctada maxima) merupakan salah satu sumber daya laut yang berpotensi ekonomi
tinggi tetapi persediaannya dad alam tidak sebanding dengan pesatnya kebutuhan
pasar untuk produk ini, sehingga populasi tiram mutiara makin menipis dan
harganya pun terus meningkat. Permasalahan tersebut dapat ditanggulangi dengan
usaha budidaya dan padat penebaran adalah satu faktor yang berpengaruh dalam
keberhasilan usaha budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pertumbuhan tiram mutiara pada kepadatan yang berbeda serta lokasi budidaya
yang paling baik. Penelitian ini diiaksanakan pada Agustus - Oktober 2005 di
Teluk Sopenihi, Kabupaten Dompu, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Rancangan Acak
Lengkap pola faktorial diterapkan pada penelitian ini. Perlakuan yang diberikan
adalah A, kepadatan pada keranjang pemeliharan (Al: 8 ind/keranjang, A2 : 16 ind/keranjang; A3 .-
24 ind/keranjang) dan perlakuan B, lokasi pemeliharaan (stasiun) (Bl .- di luar
teluk, B2 : di mulut teluk dan B3 : di dalam teluk). Materiyangdigunakan adalah
tiram mutiara P. maxima dengan ukuran ± Won. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa
perlakuan kepadatan 8 ind/keranjang pada stasiun 3 memberikan hasil yang paling
tinggi, dengan nilai laju pertumbuhan spesifik sebesar 0.291 % per had dan
pertambahan panjang sebesar 0.93 cm. Sedangkan hasil terendah ditunjukkan pada
perlakuan kepadatan 24 pada stasiun 2 dengan nilai laju pertumbuhan spesifik
sebesar 0.128 % per had dan pertambahan panjang sebesar 0.42 cm. Kepadatan
individu pada keranjang pemeliharaan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan
spesifik (SGR) tiram mutiara (p = 0.002) sedangkan stasiun dan interaksi
keduanya tidak memiliki pengaruh terhadap laju pertumbuhan spesifik tiram
mutiara (P.maxima) (p - 0.492).
Kata kunci: Kerang mutiara,
Pinctada maxima, kepadatan, pertumbuhan spesifik (SCR)
Penulis: Nur Taufik SPJ, Retno
Hartati, Justin Cullen, Jussac Maulana Masjhoer
Kode Jurnal: jpperikanandd070057