Performans Reproduksi Sapi Peranakan Simmental (Psm) Hasil Inseminasi Buatan di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah
Abstrak: Informasi performans
reproduksi sapi hasil
silangan di peternakan
rakyat cukup beragam karena
kondisi pemeliharaannya yang
berbeda. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan
performans reproduksi sapi
Peranakan Simmental (PSM)
hasil Inseminasi Buatan (IB)
yang dipelihara oleh
petani peternak anggota
Kelompok Tani Ternak (KTT) dan bukan anggota KTT di
Kabupaten Sukoharjo. Penelitian dilakukan dengan metode survai dengan alat
bantu kuesioner. Penentuan sampel
penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Variabel
yang diamati meliputi lama
bunting, service periode,
calving interval, non return rate
dan service per
conception. Data yang
diperoleh dianalisis menggunakan
Z test atau disajikan
secara deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
perbedaan status peternak (anggota
KTT dan non
KTT) memberikan pengaruh
yang berbeda dalam pemeliharaan. Analisis
statistik hasil penelitian
berturut-turut menunjukkan bahwa
rata-rata lama bunting sapi
PSM milik anggota
KTT dan non
anggota KTT tidak
berbeda nyata (KTT 301.82 ± 29.93 hari; non KTT 308.5
± 33.73 hari); service periode berbeda nyata (KTT 110.89 ± 30.23 hari;
non KTT 114.11 ±
56.78 hari). Calving
interval berbeda nyata
(KTT 392.28 ±
77.27 hari, non KTT
416.02 ± 64.63
hari); non return rate
berbeda nyata (KTT
87.72 ± 11%;
non KTT 79.53 ± 18%); service per conception tidak berbeda nyata (KTT
1.12 ± 0.32; non KTT 1.19 ± 0.40) Penelitian ini
menyimpulkan bahwa performans
reproduksi sapi PSM
yang dipelihara peternak anggota
KTT secara umum lebih baik dibanding
sapi PSM yang dipelihara peternak non KTT.
Kata Kunci: Sapi PSM, KTT, Performans, Reproduksi, IB
Penulis: Iswoyo dan Priyantini
Widiyaningrum
Kode Jurnal: jppeternakandd080057