PERBAIKAN KONDISI PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI SARI KURMA
ABSTRAK: Instalasi Pengolahan
Air Limbah (IPAL) secara aerobik diperlukan untuk menurunkan komponen organik dalam
limbah cair sari kurma. Karakterisasi, optimasi kondisi operasi, dan alternatif
pengolahan IPAL diperlukan dalam perbaikan proses pengolahan air limbah,
sehingga kualitas keluaran limbah cair dapat memenuhi baku mutu lingkungan.
Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi karakterisasi kondisi
operasi unit IPAL, penentuan dosis kapur dan waktu aerasi terbaik, serta identifikasi alternatif pengolahan.
Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa semua unit IPAL memiliki kondisi operasi
yang belum optimum. Keluaran air limbah memiliki COD 2344 mg/L, TSS 135 mg/L,
pH 5,5, dan kekeruhan 182 FTU yang belum memenuhi baku mutu. Perbaikan proses
penetralan menghasilkan dosis kapur pada pH 7 yaitu 0,6 g/L. Kondisi waktu
aerasi 24 jam menunjukkan kualitas buangan: COD 351 mg/L, TSS 78 mg/L, pH 6,3,
dan kekeruhan 92 FTU, lebih baik
daripada waktu aerasi 12 sampai 20 jam. Kandungan COD limbah cair yang tinggi
dapat dilakukan alternatif pengolahan secara anaerobik. Perhitungan dengan
sistem anaerobik, penurunan COD limbah dapat menghasilkan potensi biogas 26,46
m3/hari.
Kata kunci: limbah cair, instalasi
pengolahan air limbah, anaerobik, baku mutu lingkungan
Penulis: Eko Sawirvi,
Suprihatin dan Ono Suparno
Kode Jurnal: jppertaniandd120043