PENGGUNAAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI ADITIF PAKAN TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI AYAM PEDAGING, PROFIL DARAH, DAN KECERNAAN PROTEIN
INTISARI: Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari penggunaan tepung cacing tanah (TCT) (Lumbricus
rubellus) sebagai aditif pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging,
profil darah, dan kecernaan protein. Penelitian ini menggunakan 100 ekor doc
strain cobb (CP 707) yang dipelihara selama 35 hari. Ternak dibagi secara
random menjadi empat perlakuan (R0: tanpa aditif TCT, R1: aditif TCT 0,5%, R2:
aditif TCT 1%, R3: aditif TCT 1,5%) dengan lima ulangan, setiap ulangan diisi
lima ekor ayam. Penelitian menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan uji lanjut Duncan. Uji performa dilakukan dengan
mencatat pertambahan berat badan, konsumsi pakan, dan efisiensi ransum. Uji
profil darah dilakukan dengan menghitung jumlah sel eritrosit, leukosit
sedangkan uji kecernaan protein menggunakan metoda koleksi ekskreta dan koleksi
isi illeum. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa konsumsi pakan R1 (2.065 g), R2 (2.025,4 g), R3 (2.075,3 g) berbeda nyata
(P<0,05) dengan R0 (2.309,8 g) sedangkan pertambahan berat badan berbeda
tidak nyata dan FCR pada R1 (1,78), R2
(1,78), R3 (1,78) berbeda nyata (P<0,05) dengan R0 (2,04). Hasil pengujian
profil darah memperlihatkan bahwa jumlah sel eritrosit berbeda tidak
nyata, jumlah sel leukosit R1 (18.575 µl), R2 (18.200 µl), R3 (20.175
µl) berbeda nyata (P<0,05) dengan R0 (16.675 µl) dan limfosit R1 (22,7%),R2
(21,8%), R3 (23,6%) berbeda nyata (P<0,05) dengan R0 (15,2%). Kecernaan
protein R3 (91,69%) berbeda nyata (P<0,05) dengan R0 (81,75%), R1 (90,48%)
dan R2 (85,99%). R1 (90,48%) berbeda nyata (P<0,05) dengan R0 (81,75%)
tetapi R2 (85,99%) berbeda tidak nyata dengan R0 (81,75%). Penggunaan tepung
cacing tanah sebagai aditif ternyata dapat memperbaiki penampilan produksi ayam
pedaging, memperbaiki kesehatan ternak dilihat dari profil darah, dan mampu
meningkatkan kecernaan protein.
Kata kunci: Pakan aditif,
Tepung cacing tanah, Ayam pedaging
Penulis: Hardi Julendra,
Zuprizal, dan Supadmo
Kode Jurnal: jppeternakandd100037