Penggunaan Bikatein Dalam Ransum terhadap Bobot Hidup, Persentase Bobot Karkas, Hati Dan Ginjal Ayam Broiler
Intisari: Penyediaan pakan
yang murah dan
berkualitas baik perlu
dilakukan karena biaya makanan
merupakan biaya terbesar
yaitu sekitar 60-70%
dari total biaya
produksi. Bikatein adalah ubi
kayu kaya protein yang diperoleh dari hasil fermentasi ubi kayu dengan
Aspergillus niger. Bikatein diharapkan
dapat menjadi salah
satu pakan sumber
protein. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan
bikatein terhadap bobot hidup,
persentase bobot karkas, hati dan
ginjal ayam broiler.
Didalam penelitian ini
digunakan 200 ekor
anak ayam umur sehari (DOC)
strain shaver starbro unsexed. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan
empat perlakuan dan
lima ulangan. Setiap
ulangan terdiri atas 10 ekor anak ayam. Perlakuan adalah perbedaan
tingkat penggunaan bikatein dalam ransum ayam broiler sebesar: 0% (R0); 5% (R1); 10% (R2) dan 15% (R3).
Peubah yang diamati yaitu bobot hidup,
persentase bobot karkas,
hati, ginjal dan
mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan bikatein sampai
15% dalam ransum
tidak mempengaruhi bobot hidup,
persentase bobot hati
dan ginjal. Penggunaan
bikatein sebanyak 10
dan 15% mempengaruhi persentase
bobot karkas. Bikatein
dapat digunakan dalam
ransum tanpa membahayakan
kesehatan ayam broiler sebesar 5%.
Kata Kunci: Bikatein, Ransum,
Bobot Hidup, Bobot Karkas, Hati dan
Ginjal
Penulis: Yuli Retnani, Nurlaila dan Suryahadi
Kode Jurnal: jppeternakandd090066