Pengembangan Teknik Pemanfaatan Cairan Folikel Ovarium Kambing Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Produktivitas Itik Petelur Afkir
Abstrak: Ovarium betina
mengandung sekitar 40.000 – 300.000 folikel namun hanya beberapa folikel yang
berovulasi, sehingga ratusan ribu sisanya tidak termanfaatkan. Untuk itu perlu
kiranya memaksimalkan pemanfaatan
folikel sebagai sumber daya biologi melalui sentuhan teknologi. Cairan folikel ovarium kambing dapat digunakan
untuk menggantikan hormon sintetis untuk meningkatkan produktivitas itik
petelur afkir.
Metode: Cairan folikel diambil dari 50 ovarium kambing di rumah
pemotongan hewan. Parameter yang diukur meliputi kandungan hormon (estrogen,
folicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), dan progesterone).
Cairan folikel kemudian digunakan sebagai perlakuan pada 60 ekor itik petelur
afkir (umur 44-50 bulan). Penelitian
dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan 6 level injeksi 0; 0,1; 0,2;
0,3; 0,4; dan 0,5 ml setiap dua minggu, setiap perlakuan diulang 10 kali.
Hasil: Kandungan hormon dalam
ovarium kambing adalah 11.500 pmol/L Estrogen, 1.7 IU/L FSH, 0.22 IU/L LH, dan
27 nmol/L Progesterone. Injeksi formalin
0.4 ml/2 minggu secara nyata (P<0,05) meningkatkan produktivitas telur,
dengan persentase masing-masing 6,93; 8,91; 13,86; 14,85; 35,64; and 19,80.
Kata kunci: folicle, ovarium,
produktivitas, itik petelur afkir
Penulis: Roimil Latifa
Kode Jurnal: jppeternakandd080017