PENGARUH SUHU PERENDAMAN TERHADAP KOEFISIEN DIFUSI AIR DAN SIFAT FISIK KEDELAI (Glycine max Merill)
ABSTRAK: Kedelai merupakan
komoditi pertanian yang
dalam pemanfaatannya dapat
dikonsumsi dalam kondisi lunak. Prosesnya
sering dilakukan dalam
industri rumah tangga,
yaitu industri pengolahan
tempe. Pengusaha tempe
menggunakan kedelai sebagai
salah satu bahan
baku dalam produksinya
dimana kedelai sebelum diolah direndam terlebih dahulu. Perendaman
kedelai dengan suhu ruang membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 24 -
48 jam. Perendaman yang terlalu lama
dapat menimbulkan mikroba yang mengkontaminasi biji
kedelai, yang mengakibatkan
perubahan warna, rasa
dan bau. Perendaman dengan
air hangat adalah
metode umum yang
digunakan untuk mempersingkat
waktu perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
suhu perendaman terhadap sifat fisik (kadar
air, bobot dan
dimensi) dan koefisien
difusi air kedelai
(Glicine max Merrill).
Penelitian ini dilakukan pada
variasi suhu perendaman 30 oC (kontrol), 35 oC, 40 oC, 45 oC, dan 50 oC dengan 3 ulangan untuk masing-masing
perlakuan. Parameter yang diukur adalah kadar air, perubahan dimensi, perubahan
bobot bahan selama perendaman dan riwayat suhu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan
yang signifikan, semakin
tinggi suhu perendaman
maka semakin cepat
peningkatan dimensi, bobot, dan kadar airnya. Koefisien difusi air kedelai pada perendaman
dengan suhu 30 oC, 35 oC, 40 oC, 45 oC, dan 50 oC, berturut-turut adalah 16,4 x
10-11 m2/s; 20,7 x 10-11 m2/s; 38,9 x 10-11 m2/s; 56,3 x 10-11 m2/s dan 139 x
10-11 m2/s. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa semakin tinggi suhu perendaman, maka semakin cepat laju difusinya
mengikuti persamaan eksponensial D = 0,058e0,105 1/T dan dengan koefisien
determinasi R² = 0,960.
Kata Kunci: Koefisien difusi,
Kedelai, Suhu Perendaman, Sifat Fisik
Penulis: Yuanita Kusuma
Pratiwi , Sri Waluyo , Warji, Tamrin
Kode Jurnal: jppertaniandd130096