PENGARUH PENGGUNAAN ENCENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS, NON-KARKAS, DAN LEMAK ABDOMINAL ITIK LOKAL JANTAN UMUR DELAPAN MINGGU
ABSTRACT: Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan enceng gondok terfermentasi
terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, non-karkas, dan lemak
abdominal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
pola searah. Perlakuan meliputi: P0 (ransum basal); P1 (ransum basal + 2,5%
enceng gondok terfermentasi); P2 (ransum basal + 5% enceng gondok
terfermentasi); P3 (ransum basal + 7,5% enceng gondok terfermentasi); dan P4
(ransum basal + 10% enceng gondok terfermentasi). Hasil penelitian dari kelima
perlakuan diperoleh nilai rerata bobot potong 1261,97 g; persentase karkas
53,22%; persentase sayap 16,03%; paha 28,68%; dada 20,58%, dan punggung 24,71%.
Rerata persentase non-karkas berturut – turut adalah kepala 15,22%; kaki 2,68%;
hati 2,21%; jantung 0,72%; empedal 4,74%; dan lemak abdominal 0,63%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan enceng gondok terfermentasi dalam
ransum sampai tingkat 10% tidak berpengaruh terhadap bobot potong, persentase
karkas, non-karkas, dan lemak abdominal itik lokal jantan umur delapan minggu.
Kata kunci: Itik lokal jantan,
Enceng gondok terfermentasi, Karkas, Non-karkas, Lemak abdominal
Penulis: Ratih Dewanti,
Muhammad Irham, Sudiyono
Kode Jurnal: jppeternakandd130035