PENGARUH KOMBINASI PENGKABUTAN DAN KIPAS ANGIN TERHADAP KONDISI FISIOLOGIS SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLLAND
ABSTRACT: Penelitian ini
bertujuan mengetahui pengaruh pengkabutan yang dikombinasi dengan penggunaan
kipas angin terhadap kondisi mikroklimat kandang, kondisi fisiologis, dan
konsumsi pakan. Delapan ekor sapi perah yaitu 4 ekor laktasi ke I dan 4 ekor
laktasi ke III, dengan rata-rata berat badan 409,13±19,02 kg dikelompokkan
dalam dua kelompok. Metode yang digunakan metode eksperimen yang dirancang
dengan rancangan balanced simple crossover dengan dua perlakuan yaitu
pengkabutan dan kipas angin (P) dan tidak dilakukan pengkabutan dan kipas angin
(TP) sebagai kontrol. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap.
Sebelum dilakukan periode perlakuan terlebih dahulu dilakukan penelitian tahap
awal untuk mengamati titik-titik kritis kapan waktu yang tepat dilakukan
pengkabutan. Pada penelitian awal diperoleh titik-titik kritis pada jam 10.00,
12.00, 13.00, 14.00, dan 16.00. Pada awal perlakuan pengkabutan terlebih dahulu
dilakukan masa adaptasi pada sapi perah selama 1 minggu. Parameter yang diamati
meliputi mikroklimat kandang, kondisi fisiologis, dan konsumsi bahan kering
pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian. Hasil
penelitian diperoleh kondisi mikroklimat kandang yaitu; temperatur kandang
sangat berbeda nyata (P≤0,01) pada kelompok perlakuan P dan TP berturut-turut
27,91±1,58 dan 29,41±2,34ÂșC, kelembaban kandang berbeda nyata (P≤0,05) berturut-turut
73,64±8,73 dan 71,40±10,35%, dan Temperature-Humidity Index sangat berbeda
(P≤0,01) yaitu 76,42±1,23 dan 78,03±1,99. Kondisi fisiologi yaitu temperatur
rektal berbeda nyata (P≤0,05) pada kelompok perlakuan P dan TP berturut-turut
38,58±0,35 dan 38,82±0,41ÂșC, laju pulsus berbeda nyata (P≤0,05) yaitu
64,12±5,96 dan 68,44±5,85 denyutan/menit, laju respirasi sangat berbeda
(P≤0,01) yaitu 23,56±3,36 dan 33,56±8,02 dengusan/menit. Perlakuan pengkabutan
dan kipas angin selama 10 menit dapat menurunkan temperatur lingkungan dalam
kandang, efektif menurunkan Temperature-Humidity Index, serta temperatur
rektal, laju pulsus, dan laju respirasi ternak, namun menaikkan kelembaban
dalam kandang. Stres panas yang dialami ternak belum mempengaruhi konsumsi pakan.
Kata kunci: Sapi Friesian
Holland, Heat stress, Pengkabutan dan kipas, Kondisi fisiologis ternak,
Mikroklimat kandang
Penulis: John Arnold
Palulungan
Kode Jurnal: jppeternakandd130055