PENGARUH KEMASAN TERHADAP KUALITAS DADIH SUSU SAPI
INTISARI: Pengemasan dadih
hingga kini belum
banyak tersentuh inovasi
teknologi. Secara tradisional
dadih biasanya dikemas menggunakan
bambu. Tujuan penelitian
untuk memperoleh jenis
kemasan terbaik untuk
dadih yang tahan selama penyimpanan. Rancangan percobaan
yang digunakan untuk penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial
(7 x 7). Faktor 1: jenis kemasan yaitu bambu; cup plastik pp; kemasan
flexypack; gerabah; kemasan flexypack (dengan pemindahan dari bambu); gerabah
(dengan pemindahan dari bambu); cup
plastik pp (dengan pemindahan dari bambu). Faktor ke 2: waktu penyimpanan (0,
4, 8, 12, 16, 20, dan 24 hari). Hasil menunjukkan bahwa kemasan terbaik untuk dadih
susu sapi adalah
kemasan flexypack dan
cup plastik pp.
Dadih susu sapi
yang dikemas pada
kemasan flexypack dan cup plastik
pp mempunyai daya
tahan hingga 24
hari pada suhu
dingin (refrigerator). Namun
dari segi ekonomis, kemasan cup
plastik pp lebih efisien. Karakteristik dadih sapi yang dibuat menggunakan
kemasan cup plastik pp antara lain
total asam 1,60%;
pH 3,88; viskositas
351,43 cPs; total
padatan 14,75%; kadar
air 85,25%; kadar
abu 0,90%; kadar protein
2,43%; kadar lemak
3,68%; total bakteri
asam laktat (BAL)
8 x 1011 CFU/g. Jumlah
BAL pada dadih yang
dibuat menggunakan berbagai
jenis kemasan >108
CFUs/ml, sehingga dadih
susu sapi yang
diperoleh tergolong sebagai minuman
probiotik. Uji organoleptik
menunjukkan kemasan cup
plastik pp memiliki
keunggulan dalam atribut kemasan dan kemudahan mengkonsumsi. Sementara,
dadih pada perlakuan bambu ke kemasan
flexypack memiliki
keunggulan pada warna
dan aroma. Kemasan
gerabah, memiliki keunggulan
dalam rasa dan
tekstur. Secara umum, dadih yang
diminati panelis adalah dadih susu sapi yang dikemas dalam kemasan gerabah,
perlakuan bambu ke kemasan flexypack, dan perlakuan bambu ke cup plastik pp.
Kata kunci: Dadih, Kemasan,
Kualitas
Penulis: Miskiyah dan Wisnu
Broto
Kode Jurnal: jppeternakandd110068