Pengaruh Kadar Air Terhadap Laju Respirasi Tanah Tambak pada Penggunaan Katul Padi Sebagai Priming Agent

Abstract: Kualitas tanah tambak merupakan salah satu kunci keberhasilan bubidaya udang, sehingga manajemen pengelolaan tanah tambak mempunyai peran penting dalam menentukan kualitas tanah tambak. Tanah tambak merupakan tempat akumulasi limbah internal tambak yang berasal dari sisa pakan, kotoran udang dan bangkai organisme tambak. Dampak dari bahan organik tersebut dapat dikurangi melalui prinsip ekologi dengan menggunakan tehnik bioremediasi. Penguraian bahan organik dipengaruhi oleh kadar air, sehingga pengaturan kadar air diharapkan mampu meningkatkan laju respirasi tanah tambak. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh kadar air terhadap laju respirasi tanah tambak pada pemberian katul sebagai priming agent. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah kadar air 15%, 30% dan 45%, masing-masing dengan pengulangan sembilan kali. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi: total bahan organik, kadar air, N-organik, C-organik dan pH. Berdasarkan hasil pengama tan selama 12 hari menunjukkan bahwa kadar air dapat meningkatkan laju respirasi tanah tambak udang. Laju respirasi tertinggi dicapai oleh perlakuan dengan kadar air 45% sebesar 222,312 mgC/kg tanah per hari, dan disusul berturut-turut oleh perlakuan dengan kadar air 30%, dan perlakuan dengan kadar air 25%, yaitu masing-masing sebesar 215,528 mgC/kg tanah per hari; dan 96,312 mgC/kg tanah per hari.
Kata kunci: kadar air, bahan organik, tanah dasar tambak dan laju respirasi
Penulis: Ria Azizah, Subagiyo Subagiyo, Eti Rosanti
Kode Jurnal: jpperikanandd070061

Artikel Terkait :