Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskular Dalam Medium Zeolit Terhadap Pertumbuhan dan Intensitas Penyakit Bercak Daun Pada Bibit Kakao

ABSTRAK: Di Indonesia, kakao (Theobromae cacao  L.) merupakan salah satu penyumbang devisa negara terbesar ketiga, namun kendala yang selalu muncul dalam budidaya kakao adalah sulitnya mendapatkan  bibit  yang sehat dalam jumlah yang banyak, karena di lapangan bibit kakao rentan terserang penyakit. Salah satu upaya untuk memperoleh bibit kakao yang sehat dalam jumlah banyak adalah dengan aplikasi fungi mikoriza arbuskular (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran  FMA hasil produksi massal  bermedium zeolit terhadap pertumbuhan dan  intensitas penyakit bercak daun pada  bibit  kakao. Penelitian dilakukan di rumah kasa Condong Catur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Laboratorium  Mikologi Fakultas Pertanian serta Laboratorium Fitokimia, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.  Bahan utama penelitian adalah  FMA  hasil produksi massal bermedium zeolit  yang berasal dari  5  lokasi. Variabel  yang  diamati  meliputi pertumbuhan  bibit  kakao,  jumlah spora dari setiap lokasi, pertumbuhan bibit kakao yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, berat kering dan panjang akar bibit kakao, gejala dan intensitas penyakit bercak daun, deteksi senyawa Asam Salisilat (SA) secara manual dan metode TLC, serta faktor lingkungan yang meliputi : suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Hasil pengamatan menunjukkan beda nyata pada perlakuan FMA asal Segayung TS dan campuran, dan beda nyata hanya pada tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan variabel yang lain tidak berbeda nyata. Hal ini dikarenakan spora FMA dari seluruh lokasi terdapat kemiripan yang berasal dari dua genus, yaitu Glomus sp., dan Gigaspora sp., dan jumlahnya pun hampir sama. Gejala penyakit bercak daun hanya sedikit yang muncul pada  bibit  kakao, namun lebih disebabkan  faktor lingkungan yang kurang kondusif dan kondisi  patogen yang lemah. Respon ketahanan tanaman belum terbentuk karena kandungan asam salisilat pada daun bibit kakao berumur 12 minggu belum terdeteksi.   
Kata kunci: Fungi mikoriza arbuskular, pertumbuhan, intensitas bercak daun, bibit kakao
Penulis: Yenny Sariasih, Bambang Hadisutrisno, dan Jaka Widada
Kode Jurnal: jppertaniandd120132

Artikel Terkait :