Model Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Pada Lahan Gambut di Provinsi Riau
ABSTRAK: Model pengelolaan
perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan
pada lahan gambut di Provinsi
Riau membutuhkan data-data tentang lahan dan sosial-ekonomi yang terpadu.
Penelitian ini dilakukan di daerah Riau selama empat bulan dengan menggunakan
pengukuran unit tanah. Lokasi pengamatan
ditentukan sebelum ke lapangan berdasarkan Peta Satuan Lahan sebagai unit
pengambilan sampelnya. Metode yang digunakan untuk analisis lahan adalah faktor
pembatas, sedangkan analisis keberlanjutan dilakukan dengan pendekatan Multi-Dimensional Scaling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengelolaan rawa gambut pada agroekologi perkebunan kelapa sawit berpengaruh
kepada: 1) Nilai DHL melebihi ambang kerusakan gambut (4 mS) dan tertinggi di
Bengkalis (107,32 mS); 2) Subsidensi melebihi ambang kerusakan gambut (6
cm/tahun) dan tercepat di Rokan Hilir
(18 cm/tahun); 3) Perubahan kedalaman
air tanah melebihi nilai ambang budidaya (60 cm) dan tertinggi di Siak (30-95
cm); 4) Tingkat keberlanjutan perkebunan
kelapa sawit pada lahan gambut untuk dimensi ekologi menunjukkan indeks 47,35%
(kurang berkelanjutan) dengan faktor yang berpengaruh adalah pengaturan tata
air, pencegahan kebakaran, penggunaan amelioran/pemupukan, penerapan teknologi spesifik
lokasi; 5) Untuk dimensi sosial
menunjukkan indeks 55,65% (cukup berkelanjutan) dengan faktor yang berpengaruh
adalah pemberdayaan petani, sinkronisasi kebijakan, penyelesaian konflik
lahan dan lemahnya penegakan hukum; 6)
Untuk dimensi ekonomi menunjukkan indeks 68,62% (cukup berkelanjutan) dengan
faktor yang berpengaruh adalah struktur permodalan, harga TBS, sarana produksi.
Kata kunci: model pengelolaan
berkelanjutan, lahan gambut tropika, kelapa sawit
Penulis: Besri Nasrul,
Suwondo, Anthony Hamzah, Idwar, Syahril Nedi, Surnadi
Kode Jurnal: jppertaniandd120133