PEMANFAATAN BIJI KAKAO INFERIOR CAMPURAN SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI
Abstract: Biji kakao inferior
merupakan biji buah kakao bermutu rendah karena terserang penyakit dan belum
termanfaatkan secara maksimal. Biji kakao berkualitas rendah dapat dimanfaatkan
dengan cara mengekstrak kandungan polifenolnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
potensi ekstrak polifenol biji kakao inferior dengan variasi ukuran partikel
sebagai bahan yang memiliki aktivitas antioksidan dan penghambat pertumbuhan
bakteri. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan
dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk memperoleh esktrak
polifenol dari biji kakao inferior campuran yang terserang penyakit. Esktrak
polifenol hasil penelitian pendahuluan berpotensi sebagai senyawa antioksidan
dan antibakteri. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan
metode DPPH. Sedangkan pengujian antibakteri menggunakan metode difusi sumuran.
Daya penghambatannya terhadap bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis
menggunakan esktrak polifenol dari variasi ukuran partikel (16 mesh, 25 mesh,
35 mesh) yaitu sebanyak 0 ppm, 25000 ppm, 50000 ppm, 75000 ppm, 100000 ppm dan
dilakukan secara triplo. Setelah itu diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C
dan diamati daya penghambatan terhadap bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
semakin besar konsentrasi ekstrak polifenol dan semakin kecil ukuran saringan
bubuk biji kakao, menghasilkan luasan diameter daerah hambatan pertumbuhan
bakteri yang semakin besar.
Kata kunci: Polifenol; Kakao;
Escherichia coli; Bacillus subtilis
Penulis: Yulianto Tri Chandra
Kusuma, Sony Suwasono, Sih Yuwanti
Kode Jurnal: jppertaniandd130133