OPTIMALISASI PENGIKATAN TANIN DAUN NANGKA DENGAN PROTEIN BOVINE SERUM ALBUMIN
INTISARI: Tanin merupakan
senyawa poliphenol dengan bobot molekul tinggi dan mempunyai kemampuan mengikat
protein. Albumin berdasarkan strukturnya termasuk protein sederhana dengan
bentuk molekul globular. Optimalisasi pengikatan tanin daun nangka dengan
protein bovine serum albumin (BSA) dilaksanakan dalam 2 tahap penelitian. Penelitian
tahap pertama adalah penentuan kadar tanin daun nangka dan penentuan kadar
tanin kondensasi daun nangka yang berasal dari lokasi dengan jenis tanah
mediteran. Penelitian tahap kedua adalah optimalisasi pengikatan tanin daun nangka
dengan protein bovine serum albumin. Penelitian tahap kedua dilakukan dengan
dua metode pengukuran, yaitu dengan metode presipitasi protein oleh senyawa
phenolik dan penentuan kadar protein menggunakan metode Lowry. Dari penelitian
tahap pertama diketahui kadar total phenol 10,63%, total tanin 7,08% dan tanin
kondensasi 5,57%. Hasil optimalisasi menunjukkan bahwa jumlah senyawa phenol
yang dapat mengikat protein BSA secara
optimal sebesar 5,71+0,18 mg/100mg bahan kering daun nangka, 1 g tanin dapat
mengikat 23,15 g protein BSA atau 1 g tanin kondensasi dapat mengikat protein
BSA sebesar 28,89g.
Kata kunci: Tanin, Total
phenol, Total tanin, Tanin kondensasi, Bovine serum albumin
Penulis: Wahidin Teguh
Sasongko, Lies Mira Yusiati, Zaenal Bachruddin, dan Mugiono
Kode Jurnal: jppeternakandd100018