OPTIMALISASI INTEGRASI SAPI, JAGUNG, DAN RUMPUT LAUT (PIJAR) PADA TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN TERNAK BERBASIS LIMBAH PERTANIAN JAGUNG – RUMPUT LAUT GUNA MENDUKUNG PROGRAM BUMI SEJUTA SAPI (BSS) DI NUSA TENGGARA BARAT
INTISARI: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui optimalisasi integrasi sapi, jagung, dan rumput laut
(pijar) dengan pengolahan teknologi pakan ternak berbasis limbah pertanian
jagung–rumput laut yang telah dilakukan guna mendukung Program Bumi Sejuta Sapi
(BSS) di Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bayan Kabupaten
Lombok Utara – NTB pada bulan Juli hingga Desember 2012. Peningkatan kualitas
pakan meliputi nilai nutrisi dan daya simpannya diperoleh melalui fermentasi
jerami jagung yang diikuti dengan suplementasi pakan menggunakan bahan tambahan
pakan rumput laut. Perubahan kualitas pakan diketahui dengan membandingkan
kadar karbohidrat (gula pereduksi), protein kasar, lemak, serat kasar, mineral
(Ca, Fe, dan P), lignin, selulosa, dan hemiselulosa antara pakan ternak
komplit, jerami jagung terfermentasi-rumput laut, dan jerami jagung non
fermentasi. Fermentasi jerami jagung dilakukan dengan melakukan variasi
perbandingan kadar jerami jagung, probiotik (starbio dan EM4), urea dan
molases, meliputi PG1, PG2, PG3, PG4, dan PG5. Data masing-masing parameter
diuji dengan uji ANOVA satu jalur untuk mengetahui signifikansi efek dari
beberapa perlakuan pakan. Uji organoleptik yang dilakukan meliputi warna
dan bau. Suhu dan keasaman pakan pada
masing masing perlakuan juga diukur. Variabel pada ternak sapi yang diukur adalah perubahan lingkar dada
serta panjang badan sapi akibat pemberian pakan dengan jumlah yang ditentukan
dalam kurun waktu 5 minggu. Sapi yang digunakan adalah 5 ekor sapi Bali jantan
umur 18-24 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerami jagung fermentasi
berkualitas baik memiliki bentuk seperti dalam keadaan segar yaitu memiliki
warna coklat kekuning-kuningan, aroma bau yang khas, dan berdaya simpan lama
(hingga bulan ke-2 penyimpanan). Hasil uji ANOVA satu jalur pada masing-masing
parameter gizi menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan fermentasi menghasilkan
kadar gizi yang signifikan berbeda. Proses fermentasi jerami jagung
meningkatkan protein kasar, gula pereduksi, dan menurunkan serat kasar, lemak,
mineral (Ca, Fe dan P), lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Peningkatan kadar karbohidrat tertinggi
diperoleh pada perlakuan PG5 yaitu 15,50%, sedangkan peningkatan kadar protein
tertinggi diperoleh pada PG3, yaitu
11,60%. Pemberian jerami jagung yang disuplementasi rumput laut 10%
selama 5 minggu dapat menghasilkan perubahan lingkar dada dan panjang badan
sapi tertinggi pada perlakuan PG5+R.
Kata kunci: Limbah pertanian,
Jerami jagung, Rumput laut, Pakan
Penulis: Erin Ryantin Gunawan,
Dedi Suhendra, dan Dhony Hermanto
Kode Jurnal: jppeternakandd130051