MODIFIKASI PENETASAN TELUR BURUNG MALEO GUNUNG (Aepypodius arfakianus) UNTUK MENINGKATKAN DAYA TETAS
INTISARI: Penelitian untuk
mengetahui karakteristik fisik dan kualitas telur burung Maleo gunung
(Aepypodius arfakianus) serta tingkat keberhasilan penetasan menggunakan
modifikasi alat penetasan dilakukan untuk meningkatkan daya tetas. Penelitian
ini menggunakan metode observasi pada variabel telur tetas, suhu, dan
kelembaban. Metode eksperimen penetasan dilakukan dengan tiga pola penetasan,
yaitu penetasan semi alami di luar habitat (ex-situ), penetasan dengan alat
media tanah dan serasah, serta media rak dengan sumber listrik. Pada observasi
penetasan alami diketahui bahwa suhu dalam sarang bervariasi 30-35°C dengan
kelembaban 70-90%. Parameter yang diamati adalah daya tunas, daya tetas, lama
inkubasi, berat tetas, dan mortalitas embrio. Data dianalisis menggunakan
analisis deskriptif dan korelasi untuk beberapa bagian yang diperlukan dan
ditampilkan dalam rerata dan standar deviasi (SD). Modifikasi penetasan dengan
media rak menunjukkan hasil terbaik yaitu dengan lama inkubasi 40,14±0,69 hari,
daya tunas 90,00%, daya tetas 77,78%, mortalitas embrio 22,22%, dan berat tetas
112,94±7,84 g. Modifikasi ex-situ mempunyai lama inkubasi 47,50±0,71 hari, daya
tunas 80%, daya tetas 25%, mortalitas embrio 75%, dan berat tetas 109,05±2,33
g. Modifikasi media serasah mempunyai lama inkubasi 41,33±0,58 hari, daya tunas
90%, daya tetas 33,33%, mortalitas
embrio 66,67%, dan berat tetas 113,33±5,05 g. Modifikasi penetasan dengan media
rak dapat meningkatkan kualitas tetas, memperpendek waktu inkubasi, dan
mengurangi mortalitas.
Kata kunci: Maleo gunung
(Aepypodius arfakianus), Modifikasi penetasan, Daya tetas
Penulis: Hotlan Manik, Tri
Yuwanta, dan Kustono
Kode Jurnal: jppeternakandd110057