KUALITAS KEJU YANG DIHASILKAN DARI SUSU KAMBING RAS KALIGESING PADA BULAN LAKTASI YANG BERBEDA

INTISARI: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas susu yang dihasilkan pada bulan laktasi yang berbeda pada kualitas keju segar dan keju yang diperam selama 2 bulan serta cita rasa keju. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2009 hingga April 2010. Lima ekor kambing digunakan sebagai ulangan, setiap kambing diambil susunya pada hari ke 7 dan ke 30 setelah beranak dan sampel susu kemudian diproses menjadi keju. Keju dibuat menggunakan rennet yang berasal dari ekstrak abomasum cempe berumur 10  hari yang dikeringkan pada suhu kamar. Keju segar dianalisis kualitasnya dan disimpan selama 2 bulan yang kemudian dianalisis kualitas dan citarasanya. Parameter yang diamati meliputi: kualitas fisik (rendemen keju dan keempukan) dan kualitas kimia (pH, kadar protein, lemak, air, abu, dan kalsium) yang dianalisis statistik dengan metode  Repeated Measurement of General Linear Model. Data organoleptik keju peram diuji dengan Mann-Whitney Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susu hari ke 7 dan ke 30 laktasi tidak berpengaruh pada rendemen, pH, kadar protein, kadar lemak, dan kadar kalsium namun berpengaruh pada keempukan, kadar air, dan kadar abu. Pemeraman berpengaruh pada citarasa asin, asam, pahit, dan ketengikan namun tidak berpengaruh pada rasa manis. Pemeraman juga berpengaruh pada pH dan kadar lemak tetapi tidak berpengaruh pada kadar air, abu, protein, kalsium, dan keempukan. Dapat disimpulkan bahwa susu kambing laktasi hari ke 7 dan ke 30 tidak berpengaruh pada kualitas keju, tetapi disarankan untuk memilih susu pada hari ke 30 setelah beranak, karena susu dari hari ke 7 setelah beranak menyebabkan rasa pahit dan susu ini masih sangat dibutuhkan anak kambing.
Kata kunci: Susu kambing ras Kaligesing, Kualitas keju, Pemeraman keju, Citarasa keju, Tahap laktasi
Penulis: Rizki Yudatama, Tridjoko Wisnu Murti, dan Yustina Yuni Suranindyah
Kode Jurnal: jppeternakandd100023

Artikel Terkait :