EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK, KOMPOSISI KIMIA DAN KUALITAS MIKROBIA KARKAS BROILER BEKU YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN HALMAHERA UTARA, MALUKU UTARA

INTISARI: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas karkas broiler beku yang beredar di pasar tradisional Kabupaten Halmahera Utara. Pengambilan sampel dilakukan di tiga pasar tradisional yang menjual ayam broiler beku, lima  penjual setiap pasar, dan masing-masing penjual diambil tiga karkas sebagai ulangan. Sifat makroskopis diuji oleh tujuh orang panelis untuk menilai 14 ekor karkas pada masing-masing penjual. Parameter yang diamati meliputi sifat makroskopis, sifat fisik, komposisi kimia, dan kualitas mikrobia karkas broiler beku. Sifat makroskopis karkas yang diamati terdiri atas konformasi, perdagingan, perlemakan, keutuhan, perubahan warna, kebersihan, dan bau/aroma karkas. Sifat fisik meliputi pH, susut masak, daya ikat air, dan keempukan. Komposisi kimia meliputi  kadar air, lemak, dan kadar protein. Kualitas mikrobia meliputi total mikrobia, bakteri Coliform dan Escherichia coli (E.coli). Data sifat makroskopis karkas dilakukan analisis deskriptif dengan mengacu pada standar nasional. Data hasil pengujian kualitas fisik, kimia, dan kualitas mikroba dilakukan analisis variansi, bila terdapat perbedaan di antara rerata maka dilanjutkan dengan pengujian Duncan’s new Multiple Range Test. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola searah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata  sifat makroskopis yang terdiri atas  konformasi, perdagingan, perlemakan, keutuhan, perubahan warna, kebersihan, dan warna karkas broiler beku memperoleh skor I, berturut-turut adalah 40,41, 38,16, 36,53, 50,41, 49,80, 49,59, dan 50,82%. Bau/aroma karkas yang memperoleh skor II adalah 63,47%. Sifat fisik karkas memberikan nilai sebagai berikut: pH 6,16, susut masak 21,72%, daya ikat air 23,01%, dan keempukan 2,81 kg/cm2.  Komposisi kimia daging adalah sebagai berikut: kadar air 71,93%, kadar lemak 2,50%, dan kadar protein 20,11%. Hasil pengujian mikrobiologis menunjukkan bahwa karkas yang beredar mempunyai total mikrobia karkas 7,1x105 cfu/g, dan E.coli 0,8x101 cfu/g. Terdapat perbedaan tidak nyata untuk total mikrobia dan jumlah E.coli diantara penjual, namun terdapat perbedaan yang nyata diantara penjual untuk jumlah  coliform (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah karkas broiler beku yang dijual di  pasar tradisional Halmahera Utara berdasarkan karakteristik fisik, komposisi kimia belum mengalami perubahan. Total mikrobia, jumlah bakteri E.coli dan bakteri coliform belum melebihi batas maksimum cemaran.
Kata kunci: Pasar tradisional, Broiler beku, Karakteristik fisik, Komposisi kimia, Kualitas mikrobia
Penulis: Dellen Naomi Matulessy, Edi Suryanto, dan Rusman
Kode Jurnal: jppeternakandd100022

Artikel Terkait :