KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN KONSERVASI : STUDI KASUS DI PULAU GAG, RAJA AMPAT, PAPUA BARAT
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di Pulau
Gag, Papua Barat terkait persepsi masyarakat pada penambangan nikel di kawasan konservasi
Kepulauan Raja Ampat. Dalam beberapa tahun terakhir kawasan di Pulau Gag menjadi
konflik antara Kementerian Kehutanan didukung Lembaga Swadaya Masyarakat dengan
Pemerintah daerah yang didukung masyarakat. Konflik terjadi karena kurangnya pemahaman
masyarakat terhadap konservasi sumberdaya alam. Di sisi lain penambangan nikel yang
diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pemahaman masyarakat
terhadap kawasan konservasi dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat
setempat. Kondisi seperti isolasi geografis, rendahnya tingkat pendidikan dan rendahnya
pendapatan masyarakat menyebabkan adanya motivasi ekonomi masyarakat agar penambangan
nikel di wilayah ini diteruskan dengan mengesampingkan dampak negative ekologis
yang akan timbul dari penambangan nikel.
Kata kunci: Sosial ekonomi ,
budaya, kawasan konservasi, Raja Ampat
Penulis: Baharinawati W.
Hastanti dan R. Gatot Nugroho Triantoro
Kode Jurnal: jpkehutanandd120018