Keragaan Lima Kultivar Cabai (Capsicum annuum L.) di Dataran Medium
Sari: Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui keragaan sifat kualitatif dan menganalisis sifat kuantitatif
lima kultivar cabai merah di dataran medium, mengidentifikasi sifat-sifat
penting pada tanaman cabai merah yang digunakan sebagai parameter seleksi, dan
mengetahui kemampuan adaptasi dan potensi produksi. Penelitian dilaksanakan di
Desa Kemiri, Sigaluh, Banjarnegara, Jawa Tengah dengan ketinggian 550 m dpl
pada bulan April-Oktober 2011. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Kelompok Lengkap dengan lima perlakuan kultivar cabai merah yaitu Branang,
Gantari, dan Lembang-1 yang direkomendasikan untuk dataran tinggi, Kusuma dan
Cipanas masih dalam tahap uji multilokasi serta tiga blok sebagai ulangan. Beda
nyata antar perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test
pada α=5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pigmen ungu (antosianin)
pada batang dan pigmen kuning (karotenoid) pada mahkota bunga. Lima kultivar
cabai merah yang diuji memiliki hasil yang berbeda di dataran medium. Kultivar
Branang memiliki hasil tertinggi (6,33 ton/ha) walaupun tidak berbeda nyata
dengan kultivar Gantari (6,28 ton/ha), Kusuma (5,58 ton/ha), Lembang-1 (4,97
ton/ha), dan Cipanas (4,00 ton/ha). Lima kultivar cabai dataran tinggi yang
ditanam di dataran medium tanaman tumbuh lebih tinggi, diameter batang lebih
kecil, ukuran daun lebih panjang, berumur genjah, dan berat buah per hektar
lebih rendah. Pada penelitian ini, tipe pertumbuhan, panjang batang dikotom,
diameter batang, diameter buah, dan panjang tangkai buah, berat per buah, dan
berat 1000 biji dapat digunakan sebagai parameter seleksi. Dari lima kultivar
cabai yang diuji, kultivar Kusuma dan Lembang-1 berpotensi untuk dikembangkan
di dataran medium karena banyak disukai oleh konsumen dan produksinya cukup
baik.
Kata kunci: cabai, dataran
medium, keragaan, kualitatif, kuantitatif
Penulis: Latifah Fitriani,
Toekidjo, dan Setyastuti Purwanti
Kode Jurnal: jppertaniandd130207