Kajian Teknologi Parit Berbahan Organik pada Produktivitas Tumpangsari Jagung (Zea mays L.) dengan Kacang Hijau (Vigna radiata (L.) Wilczek di Lahan Kering
Sari: Penelitian dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui kajian teknologi parit berbahan organik pada
produktivitas tumpangsari jagung (Zea mays L.) dan kacang hijau (Vigna radiata
(L.) Wilczek) di lahan kering. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan
yang dilaksanakan di lahan petani, Dusun Sidowayah, Kelurahan Wareng, Kecamatan
Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mulai
bulan November 2010 sampai Februari 2011.
Rancangan percobaan yang digunakan untuk tanaman jagung sebagai tanaman
pokok adalah rancangan petak terbagi (split plot). Faktor pertama adalah sistem
parit terdiri 3 taraf yaitu tanpa parit, parit + tanpa bahan organik, dan parit
+ bahan organik. Faktor kedua adalah sistem tanam yang terdiri 2 taraf yaitu
monokultur dan tumpangsari dengan kacang hijau. Rancangan percobaan yang
digunakan untuk tanaman kacang hijau sebagai tanaman pendukung adalah rancangan
acak kelompok lengkap (RCBD) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu tanpa parit +
tanpa bahan organik, parit + tanpa bahan organik, dan parit + bahan organik.
Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam α = 5 %, apabila terdapat
beda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test
(DMRT) α = 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan pada tanaman pokok terjadi interaksi antar perlakuan
parit dengan sistem tanam berpengaruh nyata terhadap luas daun dan indeks luas
daun umur 4; 6; 8; 12 mst, bobot 100 biji, bobot biji per plot percobaan, dan
bobot biji per hektar. Parit berbahan organik meningkatkan hasil biji per
hektar sebesar 31,95 % dibandingkan perlakuan tanpa parit + tanpa bahan
organik. Sistem tanam tumpangsari meningkatkan hasil sebesar 6,42 %. Pada
tanaman pendukung perlakuan parit berbahan organik meningkatkan hasil sebesar
35,7 % perlakuan tanpa parit + tanpa bahan organik. Nisbah setaraan lahan (NSL)
pada sistem tumpangsari dengan perlakuan parit tanpa bahan organik dan sistem
tumpangsari dengan perlakuan parit berbahan organik menunjukkan nilai tertinggi
yaitu 1,88 dan 1,90 dibandingkan perlakuan lain.
Kata Kunci:
Bahan organik, jagung,
kacang hijau, lahan
kering, parit, tumpangsari
Penulis: Jian Marda Purnama,
Tohari, Dody Kastono
Kode Jurnal: jppertaniandd130206