Kelimpahan dan Pola Sebaran Kerang-kerangan (Bivalve) di Ekosistem Padang Lamun, Perairan Jepara

Abstract: Beberapa bivalve yang hidup di habitat padang lamun dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain tegakan dan jenis lamun, jenis substrat, kandungan bahan organik pada sedimen serta dipengaruhi oleh parameter lingkungan dan kualitas air. Pengambilan sampel bivalve dilakukan secara random dengan memperhatikan mintakat perairan yang memiliki hamparan padang lamun yang cukup luas. Berdasarkan hasil penelitian Thaiassia hemprichii mendominansi jenis lamun dengan nilai kerapatan 195 ind/m2 sampai dengan 598,3 ind/m2, Anadara ferruginea mendominasi bivalve di perairan Teluk Awur dengan nilai kelimpahan rata-rata 2,25 ind/m2., kemudian diikuti oleh Gafrarium tumidum. (1,75 ind/m2). Hal ini menunjukkan bahwa Anadara ferruginea dan Garrarium tumidum berassosiasi dengan lamun Thaiassia hemprichii. Pola sebaran A. ferruginea merata untuk semua stasiun, namun untuk G. tumidum pola sebaran cenderung mengelompok.
Kata kunci: bivalve, lamun, kelimpahan, distribusi
Penulis: Ita Rinitasih, Widianingsih
Kode Jurnal: jpperikanandd070059

Artikel Terkait :