KECERNAAN BAHAN KERING IN VITRO KULIT BUAH KAKAO YANG DIRENDAM DENGAN LARUTAN BASA YANG BERBEDA

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering in vitro kulit buah kakao yang direndam dengan larutan basa dan dengan lama perendaman yang berbeda. Rancangan  percobaan  yang  digunakan  adalah  Rancangan  Acak  Lengkap  pola  faktorial 5 x 3. Ulangan untuk setiap kombinasi perlakuan adalah 3 sehingga total unit percobaan adalah  45.  Faktor  pertama  adalah  jenis  larutan  yang  digunakan  (P),  yakni  P1:  air  ,  P2: abu sekam padi 10%, P3: abu tempurung kelapa 10%, P4: abu kulit buah kakao 10%, P5 : NaOH 6%. faktor kedua adalah lama perendaman (T), T1: 8 jam, T2: 16 jam, dan T3: 24 jam.  Hasil  sidik  ragam  menunjukkan  bahwa  jenis  larutan  basa  dan  lama  perendaman serta interaksi antara jenis larutan basa dengan lama perendaman berpengaruh (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering in vitro kulit buah kakao. Disimpulkan bahwa semakin lama perendaman, terjadi penurunan kecernaan bahan kering  in vitro kulit buah kakao. Sumber  larutan  basa  yang  memberikan  kecernaan  bahan  kering  in  vitro  yang  relatif sama dengan hasil perlakuan  NaOH 6% adalah larutan alkali yang dibuat dari abu kulit buah kakao.
Kata kunci: Kulit buah kakao, Larutan basa, In vitro, Kecernaan bahan kering
Penulis: R. Islamiyati
Kode Jurnal: jppeternakandd100053

Artikel Terkait :