KAJIAN STRATEGI DAN PROGRAM PERBAIKAN OPERASIONALISASI DARI MILK DISTRICT MODEL NESTLÉ DI JAWA TIMUR

INTISARI: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengeksplorasi  pengembangan  milk  district  model  Nestle  di  Jawa  Timur. Data sekunder tentang perkembangan persusuan di Jawa Timur  digunakan untuk  menganalisa faktor internal dan eksternal. Metode  analisa  SWOT  digunakan  untuk  mengevaluasi  kondisi  perkembangan  persusuan  di  Jawa  Timur  saat  ini  dan digunakan  untuk  membuat  rekomendasi  strategi  untuk  mengembangkan  milk  district  model.  Dalam  pengertian sederhana, komponen  dari  milk  district  model  Nestle  meliputi:  a)  melakukan  kesepakatan  dengan  peternak  untuk melakukan pengumpulan susu segar dua kali setiap hari, b) membangun chilling centers dan collection points di desa, c) melakukan  pengaturan  transport  susu  segar  dari  collection  centers  ke  industri  pengolahan  susu  (IPS),  dan  d) mengimplementasikan program  perbaikan  kualitas  susu  segar.  Pada  realitanya  membangun  milk  district  model  bukan merupakan  core  business  atau  core  competence  dari  Nestle,  akan  tetapi  mutlak  dibutuhkan  perintisan  untuk membangunnya.  Setelah dilakukan upaya perintisan maka pada perkembangan selanjutnya para peternak akan mampu mengorganisir diri mereka sendiri untuk memproduksi susu segar. Sekali pihak Nestle mengembangkan kapasitas para peternak  lokal,  maka  keterampilan  mereka  akan  dipergunakan  seterusnya  untuk  mengembangkan  usaha  sapi  perah. Nestle  telah  mencoba untuk mengintroduksikan berbagai jenis  sistem  insentif  untuk  menunjang  upaya  pengembangan kapasitas  para  peternak  untuk  menjamin  agar  mereka  memiliki  tanggung  jawab  pribadi  (self  responsibility)  dalam proses budidaya sapi perah. Kegiatan proses budidaya sapi perah harus secara nyata memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan produktivitas, kualitas produk, serta aspek keamanan produk, yang kesemuanya akan memberikan manfaat bagi Nestle. 
Kata kunci: Milk district model, Peternak, Koperasi, Industri pengolahan susu, Strategi, Program
Penulis: Bambang Ali Nugroho
Kode Jurnal: jppeternakandd110071

Artikel Terkait :