KAJIAN RENCANA TEKNIK REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DI DAS BATULICIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Abstract: Hutan merupakan salah satu sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, ekologi dan sosial yang tinggi. Hutan alam tropika juga berfungsi sebagai paru-paru dunia dan sistem penyangga kehidupan sehingga kelestariannya harus dijaga dan dipertahankan dengan pengelolaan hutan yang tepat.  Proses degradasi sumber daya hutan yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama tidak terlepas dari persoalan yang menyangkut sistem pengelolaan hutan.  Ini ditandai dengan proses pengelolaan yang tidak transparan, tidak mengikuti prinsip pengelolaan hutan yang lestari (sustainable), tidak mengindahkan prinsip-prinsip keadilan serta tidak mampu menumbuh kembangkan ekonomi rakyat terutama mereka yang sangat tergantung kehidupannya dengan sumberdaya hutan.  Berdasarkan data dari Badan Planologi Kehutanan tahun 2008, Laju deforestasi di Indonesia sejak tahun 2003 - 2006 pada Hutan konservasi seluas 55,6 ribu ha/tahun, pada Hutan Lindung seluas 391,0 ribu ha/tahun dan pada Hutan Produksi seluas 575,3 ribu ha/tahun. Di Provinsi Kalimantan Selatan, laju kerusakan hutan di indikasikan dengan bertambahnya luas lahan kritis baik di dalam maupun diluar kawasan hutan.  Berdasarkan data tahun 2003, luas lahan kritis di Kalimantan Selatan tercatat seluas 555.983 Ha, dimana seluas 364,850.72 berada di Dalam Kawasan Hutan dan 191,132.28 Ha berada di Luar Kawasan Hutan.  Berdasarkan hasil updating pada tahun 2009, luas lahan kritis di Kalimantan Selatan meningkat menjadi 761,042.6 Ha yang tersebar baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Metode kajian rencana teknik RHL mengcu; Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan,  Permenhut No. P.70/Menhut-II/2008 tentang pedoman teknis RHL, dan Permenhut No. P.32/Menhut-II/2009 tentang Tata cara Penyusunan rencana tenik RHL DAS.  Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa DAS Batulicin mempunyai luas secara keseluruhan sebesar 158.807,3 Ha,  berdasarkan analisis tingkat kekritisan lahan diperoleh bahwa  lahan kritis seluas  13.982,5 Ha dan  lahan agak kritis sebagai  seluas 61.546,5 Ha maka rencan teknik RHL terdiri  lahan kritis sebagai prioritas I dan lahan agak kritis sebagai Prioritas II.  Selanjutnya masing-masing kegitan RTk-RHL DAS; pada prioritas I yaitu kegiatan Reboisasi 10.686,7 Ha dan kegiatan penghijauan Ha 13.995,4 Ha, sedangkan prioritas II yaitu  kegiatan Reboisasi 9.459,5 Ha dan kegiatan penghijauan Ha 61.546,5 Ha
Kata Kunci:  Lahan kritis, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Daerah Aliran Sungai (DAS) Rencana Teknik RHL (RTk-RHL) DAS Batulicin
Penulis: Karta Sirang, Syarifuddin Kadir
Kode Jurnal: jpkehutanandd090052

Artikel Terkait :