Hasil dan Keragaman Genetik Tujuh Klon Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) di Dua Lokasi dengan Ketinggian Berbeda
Sari: Penelitian dengan judul
hasil dan keragaman genetik tujuh klon the (Camellia sinensis (L.) Kuntze) di
dua lokasi dengan ketinggian berbeda bertujuan untuk mengetahui daya hasil dan
keragaman genetik tujuh klon teh berdasarkan pada kuantitas pucuk yang
dihasilkan di kebun Pagilaran, Batang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan
mulai bulan Februari sampai dengan Mei 2012. Penelitian menggunakan Rancangan
Tersarang (Nested Design) dengan tujuh klon dan dua lokasi sebagai perlakuan.
Klon yang digunakan adalah PGL 1, PGL 3, PGL 4, PGL 7, PGL 10, TRI 2025 dan
Gambung 9 yang tersarang di kebun bagian Kayulandak (1300 m dpl) dan kebun
bagian Andongsili (1100 m dpl). Variabel yang diamati adalah luas bidang petik,
jumlah pucuk peko per tanaman, jumlah pucuk burung per tanaman, jumlah pucuk
total per tanaman, bobot pucuk peko per tanaman, bobot pucuk burung per
tanaman, bobot pucuk total per tanaman, bobot pucuk peko per plot, bobot pucuk
burung per plot dan bobot pucuk total per plot.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh klon teh yang ditanam di dua
lokasi dengan ketinggian tempat berbeda menunjukkan respon (bobot pucuk total
per plot) yang tidak sama. Terdapat kecenderungan bobot pucuk total per plot
pada kebun bagian Kayulandak lebih tinggi dibandingkan dengan kebun bagian
Andongisili. Klon PGL 3, PGL 4 dan PGL 10 memiliki kecenderungan bobot pucuk
total per plot lebih tinggi dibandingkan dengan klon-klon lainnya di kebun
bagian Kayulandak, sedangkan di kebun bagian Andongsili kecenderungan serupa diperlihatkan
oleh klon PGL 3, PGL 10 dan Gambung 9. Nilai koefisien variabilitas genetik
(KVG) dan heritabilitas (H) yang tinggi diperlihatkan oleh variabel pangamatan
jumlah pucuk peko per tanaman, bobot pucuk peko per tanaman dan bobot pucuk
peko per plot.
Kata kunci: teh, lokasi,
hasil, keragaman genetic
Penulis: Winursito, Suyadi MW,
Sriyanto Waluyo
Kode Jurnal: jppertaniandd120245