ESTIMASI POTENSI DAN KINERJA SAPI BALI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

INTISARI: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui output dan dinamika populasi, hubungan antara bobot badan dengan ukuran-ukuran tubuh, juga hubungan antara bobot badan dengan bobot karkas serta pendugaan bobot badan yang paling akurat pada sapi Bali di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian dilaksanakan di 6 kecamatan pada 20 desa. Materi penelitian meliputi 289 peternak sebagai responden, 530 ekor sapi Bali dan data sekunder dari Dinas Peternakan setempat. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi reproduksi (ER) 83,60%, natural increase 21,72%, potensi 21,47% dari populasi atau 16.204 ekor. Terjadi peningkatan populasi tiap tahun rata-rata 8,16% mengikuti persamaan regresi Y = 63.151+5.376X dan pada tahun 2011 dapat diestimasi populasi menjadi 100.783 ekor dengan potensi 21.638 ekor. Hubungan antara bobot badan dengan ukuran tubuh pada sapi Bali jantan umur  >1 sampai 2 tahun mengikuti persamaan Y = -286,13+2,11X1+1,59X4 dengan r = 0,92 dan R2 = 0,85. Jantan umur >2 sampai 3 tahun, Y = -441,16+2,23X1+2,96X3 dengan r = 0,95 dan R2 = 0,90. Betina umur >2 sampai 3 tahun, Y = -153,27+2,19X1 dengan r = 0,78 dan R2 = 0,60. Jantan umur  >3 sampai 4 tahun, Y = -385,10+4,13X1 dengan r = 0,96 dan R2 = 0,91. Betina >3 sampai 4 tahun, Y = 89,72+0,96X2 dengan r = 0,34 dan R2 = 0,12. Hubungan bobot potong dengan bobot karkas pada betina umur >2 sampai 3 tahun, Y = -3,84+0,56X dengan r = 0,97 dan R2 = 0,94, betina umur >3 sampai 4 tahun, Y = 4,0+1,50X dengan r = 0,87 dan R2 = 0,76 dan betina umur >4 tahun, Y = 3,16+0,52X dengan r = 0,96 dan R2 = 0,92. Rumus Djagra dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi Bali jantan dan betina di Kabupaten TTU dengan faktor koreksi masing-masing –0,34% dan –16,71%.
Kata Kunci: Sapi Bali, Kinerja, Potensi, Dinamika populasi
Penulis: Trimeldus Tulak Tonbesi, Nono Ngadiyono, dan Sumadi
Kode Jurnal: jppeternakandd090032

Artikel Terkait :