Distribusi Spasial Krustasea di Perairan Kepulauan Matasiri, Kalimantan Selatan
Abstract: Perairan Kepulauan
Matasiri dipengaruhi oleh daratan Pulau Kalimantan (mainland) dan Selat
Makassar.Kedua pengaruh tersebut menyebabkan
adanya perbedaan karakteristik
habitat yang diduga
berdampak pada distribusi spasial
krustasea.Metode deskriptif diterapkan pada penelitian ini. Krustasea
disampling dengan metode sapuan menggunakan alat tangkap trawl demersal pada 4
stasiun yaitu, Stasiun 1, 2, 3 dan 4. Parameter fisika kimia perairan (meliputi
salinitas, suhu, kedalaman, kecerahan, kekeruhan, TSS, oksigen terlarut, pH,
phospat, nitrogen, dan
silikat) semua diukur
dengan menggunakan alat
CTD (Conductivy Temperature Depth) 911 Plus. Pengukuran pH menggunakan SBE
(Sea Bird Electronik) 18 pH, kecerahan dengan alat CStar Transmissometer dan
kekeruhan menggunakan OBS3 (Optical Backscatter Sensor).Data dianalisis menggunakan
metode statitik multivariabel
yang didasarkan pada
Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis, PCA) dan
Analisis Korelasi (Corresponden Analysis, CA).Hasil analisis PCA menunjukkan
bahwa habitat dapat dikelompokan menjadi tiga karakter, yaitu kelompok habitat
dekat estuaria (Stasiun1 dan 4), kelompok habitat sebelah utara Kepulauan
Matasiri (Stasiun 2) dan kelompok habitat sebelah selatan Kepulauan Matasiri
(Stasiun 3).Kelimpahan krustasea sangat dipengaruhi oleh parameter salinitas,
kecerahan, dan kedalaman. Hasil analisis CA menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan distribusi spasial jenis krustasea.
Beberapa famili krustasea seperti
Paguridae dan Dromiidae
hanya ditemukan di
Stasiun 4, sedangkan famili Alpheidae, Parthenopidae, dan
Podophthalmidae hanya dapat ditemukan di Stasiun 3. Hal ini menunjukkan
perbedaan karakteristik habitat mempengaruhi kelimpahan jenis krustasea
tertentu.
Kata kunci: krustasea,
kelimpahan, karakteristik habitat, distribusi spasial
Penulis: Nirmalasari Idha
Wijaya, Rianta Pratiwi
Kode Jurnal: jpperikanandd110030