Daya Simpan Benih Kedelai Hitam (Glycine max (L) Merrill) Hasil Tumpangsari dengan Sorgum Manis (Shorgum bicolor (L) Moench)
INTISARI: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi baris antara tanaman kedelai
hitam dengan sorgum manis yang ditanam secara tumpangsari terhadap kualitas
benih setelah disimpan. Sehingga akan diperoleh benih dengan daya simpan yang
tinggi pada kombinasi baris yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan di
Laboratorium Teknologi Benih, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan November 2012 sampai April 2013.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan percobaan menggunakan rancangan acak
lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah
benih yang berasal dari pertanaman tumpangsari kedelai hitam dengan sorgum
manis dengan kombinasi baris yaitu 3:1, 4:1, 6:1, dan monokultur kedelai hitam.
Benih disimpan dengan berat 250 g untuk masing-masing perlakuan menggunakan
plastik polietilen dan disimpan pada ruangan dengan suhu kamar (27-28 0C).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas benih kedelai hitam hasil
pertanaman tumpangsari memberikan pengaruh yang sama dibandingkan dengan benih
kedelai hitam dari pertanaman monokultur. Kualitas benih asal pertanaman
tumpangsari dan monokultur dapat terjaga baik hingga penyimpanan bulan keempat.
Kata kunci: kedelai hitam,
tumpangsari, monokultur, kualitas benih, penyimpanan
Penulis: Dhika Rizky Immawati,
Setyastuti Purwanti, dan Djoko Prajitno
Kode Jurnal: jppertaniandd130217