PERAN BADAN REINTEGRASI DAMAI ACEH DALAM PROSES GENCATAN SENJATA, DEMOBILISASI, DAN REINTEGRASI DI ACEH
Abstract: Badan Reintegrasi
Damai Aceh (BRDA) didirikan berdasarkan Nota Kesepahaman Helsinki yang
ditandatangani 15 Agustus 2005, khususnya pasal 3.2 yang menyatakan tentang
reintegrasi bekas anggota GAM. Beragam upaya reintegrasi telah dilakukan oleh
pemerintah melalui pendekatan ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan.
Namun beragam hambatan muncul dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM serta
dalam implementasi proses tersebut yang dikawal oleh BRDA.
Menggunakan konsep analisis wacana, dalam penelitian ini, penulis
berupaya menggambarkan peran BRDA dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM
kedalam masyarakat serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut.
Hasil penelitan menunjukkan bahwa muncul berbagai hambatan dalam proses
reintegrasi mantan anggota GAM yakni hambatan dalam bidang ekonomi; hambatan
dalam bidang politik, hukum dan keamanan; serta hambatan dalam bidang sosial
budaya. BRDA juga terlihat belum optimal dalam menangani proses reintegrasi,
masih terdapat banyak kekurangan.
Keywords: demobilization;
disarmament; helsinki treaty; reintegration
Penulis: Fakhrurrazi
Kode Jurnal: jpsosiologidd110025