PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEKSUAL MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran pengambilan keputusan seksual yang
dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dengan berbagai faktor
pertimbangannya. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan jenis penelitian survey. Populasi penelitian adalah mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta tahun angkatan 2008. Penelitian ini menggunakan penelitian sampel
dengan teknik proportional cluster random sampling, dari teknik sampling
tersebut ditemukan 20% dari setiap program studi yang dijadikan sampel bagi
tiap fakultas dengan total sampel adalah
137 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa skala
pengambilan keputusan seksual. Analisis data dilakukan dengan analisis
kuantitatif deskriptif. Penelitian yang dilakukan pada 137 mahasiswa sebagai
sampel memberikan hasil sebanyak 84 mahasiswa atau 61% mahasiswa Universitas
Negeri Yogyakarta tahun angkatan 2008 memiliki filosofi seksual yang aman
(kategori 1,2,3); 17, (12%) mahasiswa memiliki filosofi seksual bingung
memutuskan (kategori 4) serta 36 (26%) mahasiswa memiliki filosofi seksual
beresiko (kategori 5,6,7). Berdasarkan jenis kelamin, para mahasiswi mempunyai
filosofi seksual yang lebih aman dibandingkan para mahasiswa. Berdasarkan
fakultas, dari 7 fakultas terdapat 2 fakultas dengan pemilih terbanyak pada
filosofi seksual kategori beresiko yaitu FIK dan FBS. Berdasarkan faktor-faktor
yang mempengaruhi pengambilan keputusan seksual diketahui bahwa adalah sebanyak
67 mahasiswa atau 49% mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berkategori “Baik” dan sebanyak 66 mahasiswa
atau 48% mahasiswa berkategori “Sangat Baik”, serta dari 6 faktor pengaruh
dalam pengambilan keputusan seksual yaitu faktor kekhawatiran terhadap resiko,
faktor persepsi masa depan, faktor hasrat kepuasan fisik, faktor norma yang
diyakini, faktor kualitas hubungan serta faktor paksaan dalam aktifitas
seksual, diketahui bahwa mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
mempertimbangkan 2 faktor pengaruh saja, yaitu faktor kehawatiran terhadap
resiko serta faktor persepsi masa depan.
Kata Kunci: pengambilan
keputusan seksual
Penulis: WIJI YUNIARSIH
Kode Jurnal: jpbkdd130065