PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA PERUSAHAAN (Studi Pada PT. Semen Tonasa (Persero) Pangkep)
ABSTRAK: Pengukuran kinerja
merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi sebuah perusahaan.
Pengukuran kinerja yang menitikberatkan pada sektor finansial saja kurang mampu
mengukur kinerja harta-harta tak tampak (intangible assets) dan harta-harta
intelektual (sumber daya manusia) perusahaan, selain itu pengukuran kinerja
dengan cara ini juga kurang memperhatikan sektor eksternal, serta tidak mampu
sepenuhnya menuntun perusahaan ke arah yang lebih baik, sehingga dikembangkan
suatu konsep balanced scorecard. Balanced scorecard mengukur kinerja suatu
organisasi dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif
pelanggan, perspektif proses bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan
pembelajaran. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kinerja
perusahaan pada perspektif keuangan mengalami penurunan selama tahun 2009 –
2011, skor pada tahun 2009 sebesar 46, tahun 2010 44,5 dan tahun 2011 sebesar
38,5, sedangkan pada perspektif pelanggan, proses bisnis internal serta
pertumbuhan dan pembelajaran sudah cukup baik.
Kata kunci: Pengukuran
Kinerja, Balanced Scorecard
Penulis: Aswirah, Siti Ragil
Handayani, Achmad Husaini
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd130244