“JAGONGAN” SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI SOSIAL PADA MASYARAKAT SOLO DAN MANFAATNYA BAGI PEMBANGUNAN DAERAH

Abstrak: Komunikasi  dapat  dilakukan  secara  langsung  (lisan)  maupun  dengan  media.  Dalam perkembangan teknologi  komunikasi saat ini maka penggunaan media massa modern seperti internet sangat digemari. Era ICT disinyalir dapat merubah bentuk komunikasi tradisional yang banyak  terdapat  di  Indonesia.  Salah  satu  perangakat  komunikasi  sosial  adalah  media  tradis-ional, di Indonesia banyak ragam media tradisional yang masih sering digunakan masyarakat dalam menyampaikan pesan, ide, ataupun pendapat. Media tradisional terdapat dalam bentuk kesenian rakyat maupun dalam bentuk komunikasi lisan yang biasa dilakukan pada kelompok-kelompok masyarakat di daerah tertentu.Di kota Solo terdapat budaya jagongan, yaitu ngobrol bersama  sambil  santai.  Jagongan  dapat  terjadi  di  warung  kopi,  pos  kamling,  acara  kawinan, atau  di  warung-warung. Biasanya para  warga  (kaum pria)nongkrong  sambil  ngobrol dan be-gadang  sampai  pagi.  Kaum  wanita  juga  melakukan  hal  yang  sama  tetapi  biasa  dilakukan  di siang hari. Istilah jagongan demikian membudaya pada masyarakat di kota Solo. Bentuk ko-munikasi  sosial  masyarakat  harusnya  dapat  digunakan  sebagai  sarana  untuk  pengembangan pembangunan di Indonesia. Banyak masyarakat di daerah-daerah lain yang memiliki cara-cara berkomunikasi dengan kelompoknya. Sebagai budaya local pola demikian dapat dimanfaatkan untuk mensosialisasikan berbagai inovasi, kebijakan pemerintah, dan lain-lain. Berdasar latar belakang  tersebut penulis tertarik untuk mengetahui sejauhmana komunikasi sosial seperti jag-ongan berperan dalam pembangunan di kota Solo? metode yang digunakan yaitu observasi dan Nawiroh Vera & Doddy Wihardi “Jagongan” Sebagai Bentuk Komunikasi Sosial Pada Masyarakat Solo dan Manfaatnya Bagi Pembangunan Daerah wawancara kepada para informan. Tehnik sampling secara purposive dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Kata Kunci: Jagongan, Komunikasi Sosial, budaya lokal, purposive, deskriptif
Penulis: Nawiroh Vera dan Doddy Wihardi
Kode Jurnal: jpkomunikasidd120017

Artikel Terkait :