FAKTOR STRUKTURAL DAN KULTURAL PENYEBAB KESENJANGAN SOSIAL: KASUS INDUSTRI BATIK PAMEKASAN MADURA

Abstrak: Secara teoretis, pembangunan ekonomi diandaikan akan menghasilkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Pasca ditetapkan sebagai sentra batik, yang terjadi di Kecamatan Proppo Pamekasan Madura justru sebaliknya, tingkat prasejahtera warga berdasarkan alasan ekonomi justru tertinggi di antara kecamatan yang lain. Dengan menggunakan metode kualitatif secara spesifik dengan teknik wawancara mendalam dan observasi, sebagai studi awal analisis dalam artikel ini akan menjelaskan mengenai faktor struktural, kultural serta proses reproduksi sosial yang menyebabkan kesenjangan sosial tersebut. Reproduksi struktur sosial yang timpang menyebabkan distribusi kuasa juga tidak merata, menciptakan relasi dominasi subordinasi dan pada prosesnya akses juga tidak merata. Struktur sosial yang timpang ini diperkuat dengan kultur patriarkhis yang semakin meneguhkan kesenjangan sosial.
Keywords: batik; culture; inequality; structure; social reproduction
Penulis: Oki Rahadianto Sutopo
Kode Jurnal: jpsosiologidd130025

Artikel Terkait :