WILLEM ISKANDER (1840-1876 ) PELOPOR PENDIDIKAN DI MANDAILING SUMATRA UTARA

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan dan menjelaskan tentang Willem Iskander, menjelaskan perjuangan Willem Iskander dari awal sampai akhir hayatnya untuk memperjuangkan pendidikan di Mandailing sehingga dia pantas disebut sebagai seorang pelopor pendidikan di Mandailing Sumatra Utara.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis yang terdiri dari 5 tahap yaitu (1) pemilihan topik (2) Heuristik (3) Kritik sumber (Verifikasi) (4) Interpretasi dilakukan dengan menafsirkan, menganalisis, dan menghubungkan fakta-fakta sejarah. (5) Historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan Willem Iskander adalah seorang pribumi asli Mandailing, nama Kecilnya Sati Nasution gelar Sutan Iskandar. Pada usia 22 tahun Willem Iskander mendirikan sekolah keguruan di Tano Bato (Kweekschool Tano Bato). Sekolah ini merupakan pelopor pendidikan di Mandailing karena pendidikan di Mandailing dan sekitarnya berkembang sangat pesat setelah Sekolah Guru Tano Bato (Kweekschool Tano Bato) didirikannya. Meskipun Willem Iskander meninggal dunia pada usia muda (36 tahun) namun murid dari Kweekschool Tano Bato dan murid dari muridnya banyak yang menjadi penerusnya sebagai guru, pengarang dan penerjemah yang tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh. Tidak salah jika Willem Iskander dikatakan sebagai seorang pelopor pendidikan di Mandailing Sumnatra Utara.
Kata Kunci: Willem Iskander, pendidikan, di Mandailing
Penulis: ARDIANSYAH
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd120007

Artikel Terkait :