Melacak Akar Tradisi Pemikiran Rasional Dalam Islam
Sari: Tradisi pemikiran
rasional di dunia Islam ini mencapai puncaknya ketika terjadi interaksi secara
intensif dengan pemikiran rasional (filsafat) Yunani melalui gerakan
penerjemahan karya-karya Yunani ke dalam bahasa Arab. Namun pemikiran filsafat
Yunani itu tidak serta merta diterima begitu saja oleh tokoh-tokoh intelektual
muslim, melainkan ia mendapat penolakan dan kritik dari tokoh-tokoh intelektual
muslim tersebut. Demikian pula halnya dengan para filosof muslim, mereka tidak
begitu saja mengadopsi pemikiran filsafat Yunani, melainkan pemikiran filsafat
tersebut mereka kembangkan lebih lanjut sehingga tidak dapat dikatakan sama
persis atau bahkan jiplakan dari pemikiran filsafat Yunani. Sejak awal periode
perkembangan peradaban Islam, umat Islam telah memiliki tradisi pemikiran
rasional. Tradisi pemikiran rasional tersebut bermula dari pemikiran mengenai
persoalan bahasa Arab (nahwu-sharf) dalam rangka mengatasi permasalahan membaca
al-quran dan memahami maknanya secara benar. Kajian-kajian bahasa Arab ini kemudian
mendorong munculnya pemikiran-pemikiran rasional di dunia Islam pada
bidang-bidang kajian lainnya terutama fiqh, tafsir, dan kalam.
Kata Kunci: Rasionalisme
Islam, rasionalisme Yunani, dan Tata Bahasa Arab (nahwu-sharf)
Penulis: Wal fajri
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd130006