KONDISI SOSIAL EKONOMI BURUH PABRIK GULA DI AFDEELING MATARAM (1890-1930)

ABSTRAK: Penulisan skripsi ini bertujuan untuk; (1) memberikan gambaran mengenai perkembangan pabrik gula di Afdeeling Mataram (2) kehidupan buruh pabrik gula di Afdeeling Mataram (3) kondisi sosial ekonomi buruh pabrik gula di Afdeeling mataram. Metode sejarah yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode sejarah kritis yang meliputi pemilihan topik. Heuristik, verifikasi, interpretasi, penulisan. Berdasarkan hasil kajian dan analisis studi literatur dapat disimpulkan bahwa 1) Sebelum tahun 1870 di Afdeeling Mataram, sudah ada pabrik gula yang beroperasi. Tahun 1860 di Yogyakarta berdiri pabrik gula yang digerakkan oleh tenaga air. Setahun berikutnya didirikan empat pabrik, keuntungan yang didapatkan oleh pemerintah cukup besar maka didirikan tujuh pabrik lagi dan satu diantaranya sudah menggunakan tenaga uap. 2) Kehidupan Petani mulai berubah ketika pemegang tanah lungguh menyewakan tanahnya kepada perkebunan tebu dan pabrik gula, petani terpaksa menjadi buruh. Buruh musiman bekerja dibawah pengawasan buruh tetap. 3) Upah yang diterima oleh buruh pabrik gula hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan saja, tingkat kesejahteraan petani dan buruh yang rendah menimbulkan permasalahan sosial.
Kata Kunci: Sosial, Ekonomi, Buruh, Pabrik Gula, Afdeeling Mataram
Penulis: TUTI ALFIAH
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd130057

Artikel Terkait :