FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING (Studi Kasus pada beberapa santri di Pondok Pesantren Raudlotul Qur’an Semarang)
Abstract: Pada pondok
pesantren Raudhatul Qur’an Kauman, Kota Semarang kegiatan menghafal Al Qur’an
merupakan kurikulum utama sebagai pondok pesantren yang meluluskan para
penghafal Al Qur’an sejak tahun 1950-an. Fenomena yang didapati ada santri yang
lebih cepat lulus sebagai hafidz Al Qur’an dan sebagian lainnya masih tertunda
karena mengalami berbagai hambatan.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor-faktor pendukung
kemampuan santri dalam menghafal Al Qur’an di pondok pesantren Raudhatul
Qur’an Kauman, Kota Semarang.
Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat
deskriptif induktif. Sebagai informan adalah ustadz dan santri pondok pesantren
Raudhatul Qur’an Kauman, Kota Semarang.
Pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, dokumentasi, wawancara
mendalam (in-dept interview). Untuk menguji keabsahan digunakan triangulási
data. Teknik analisa data menggunakan model analisa interaktif yang
dikembangkan oleh Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi santri untuk menghafal
Al Qur’an berasal dari keluarga khususnya orang tua, teman-teman sekolah atau
sesama santri, guru, serta kyai pondok pesantren, (2) Pengetahuan dan pemahaman
arti atau makna Al-Qur’an oleh santri pada umumnya mereka merasa kurang,
sebagai sikap rendah hati agar tidak disebut sombong; (3) Cara belajar:
pengaturan dalam menghafal Al Qur’an yaitu mengaji 3 kali sehari, menambah
hafalan setiap hari 1-2 halaman, muroja’ah, dan sema’an, musabahah. Target
dalam menghafal Al Qur’an yaitu khatam dalam waktu 3 tahun; yang meliputi:
memasukkan dalam memori ingatan, mengungkapkan ingatan dalam bentuk bacaan
secara tepat, mengulang kembali pada saat itu maupun pada saat yang lain; (4)
Fasilitas yang mendukung kemampuan menghafal Al Qur’an antara lain asrama
pondok, aula, ruang belajar untuk setoran hafalan, mushola, dan masjid agung
Kauman Semarang, (5) Aplikasi mengahafal Al Qur’an dalam bimbingan dan
konseling yaitu pada kegiatan layanan bimbingan belajar.
Kata kunci: menghafal Al
Qur’an, faktor-faktor pendukung
Penulis: Heri Saptadi Ismanto
Kode Jurnal: jppendidikandd110107