PERILAKU KUASA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DALAM PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN PEMERINTAHAN DAERAH: PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK

Abstrak: Perilaku Kuasa Eksekutif dan Legislatif dalam Proses Penyusunan Anggaran Pemerintahan Daerah: Perspektif Interaksionisme Simbolik. Penelitian ini bertujuan memahami perilaku kuasa eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan anggaran Pemerintahan Daerah Kota Mayapada.Analisis dilakukan dengan menggunakan metode interaksionisme simbolik dalam paradigma interpretif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan bagian penyusunan perencanaan dan penganggaran, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi.Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) era reformasi diklaim menggunakan pendekatan partisipatif, tetapi masyarakat hanya dijadikan objek partisipasi.Telah terjadipengaburan yang disebut peneliti dengan “katarak”, dengan membangun  interaksi pencitraan yang manis di depan publik dengan bahasa-bahasa hipokrit. Fakta sosial yang tergambarkan merupakan perilaku kuasa eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan anggaran.
Kata kunci: partisipasi, alokasi anggaran, katarak, negosiasi/lobi, interaksi Pencitraan
Penulis: Abdur Razak, Unti Ludigdo, Eko Ganis Sukoharsono, Armanu Thoyib
Kode Jurnal: jpakuntansidd110020 

Artikel Terkait :