TINJAUAN KARAKTERISTIK FOAM PLASTIK MIKROSELULER POLISTIRENA DENGAN PENAMBAHAN ADITIF PADA TEKNOLOGI SUPERKRITIS

Abstrak: Proses pembuatan plastik mikroseluler merupakan pengembangan dari proses pembuatan foam plastik konvensional. Plastik mikroseluler menggunakan fluida superkritis seperti CO2 dan N2 sebagai blowing agent yang ramah terhadap lingkungan, sehingga proses pembuatan foam  plastik  mikroseluler  dikenal  sebagai  teknologi  ramah  lingkungan.  Penelitian  ini menggunakan  sampel  polistirena  yang  dicampur  dengan  partikel  kalsium  karbonat  atau sabut kelapa dengan konsentrasi 5% yang diproses pada kondisi tekanan 10-22 MPa (T = 95oC  dan  80oC). Setelah  kondisi  yang  diinginkan tercapai dilakukan dekompresi secara mendadak  menuju  tekanan atmosfer,  dan  dilanjutkan dengan proses pemanasan, diakhiri dengan mengalirkan gas CO2 sebagai pendingin. Selanjutnya sampel dikarakterisasi untuk mengetahui rasio volume ekspansi foam, densitas sel, diameter rata-rata sel dan struktur foam yang dihasilkan dengan Scanning  Electron Microscope. Pada penelitian ini didapatkan pada sistem PS Murni menghasilkan diameter sel antara 3,970-9,933 μm dan densitas sel 9,14x104  -  6,24x109  cell/cm3.  Sistem  PS-CaCO3  menghasilkan  diameter  sel  antara  3,501-8,050 μm dan densitas sel 3,31x107 - 1,10x1011 cell/cm3, dan pada sistem PS-Sabut kelapa menghasilkan  diameter  sel  antara  2,520-8,414  μm  dan  densitas  sel  1,50x108  -  1,60x1010 cell/cm3 pada berbagai variasi tekanan. 
Kata kunci: polistirena, foam plastik mikroseluler, CO2 superkritis, aditif CaCO3, aditif sabut kelapa
Penulis: Faidliyah Nilna Minah, Firman Kurniawansyah, dan Sumarno
Kode Jurnal: jpkimiadd100029

Artikel Terkait :