SINTESIS AEROGEL SILIKA DARI LUMPUR LAPINDO DENGAN PENAMBAHAN TRIMETILKLOROSILAN (TMCS)

ABSTRAK: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mempelajari  bagaimana  cara  sintesis  aerogel  silika  dari  lumpur  Lapindo dengan metode pengeringan pada tekanan  ruang.  Fokus  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  rasio volume  penambahan  trimetilklorosilan  (TMCS)  sebagai  agen  pemodifikasi  permukaan  terhadap  sifat  fisik  dan sifat  kimia  aerogel  silika  yang  dihasilkan.  Sintesis  diawali  dengan  ekstraksi  silika  dari  lumpur  Lapindo  yang sebelumnya telah dikalsinasi pada suhu 900°C menggunakan NaOH 3 M. Hasil yang diperoleh berupa hidrogel silika,  selanjutnya  dicetak  dan  dikeringkan  hingga  didapat  gel  silika  yang  padat.  Gel  tersebut  selanjutnya direndam  dalam  metanol  dan  campuran  pelarut  heksana:TMCS:metanol  dengan  rasio  volume  1:1:1  masing-masing selama 24 jam. Kemudian gel dikeringkan pada suhu kamar selama 24 jam, suhu 50°C selama dua jam, dan  suhu  120°C  selama  satu  jam.  Karakterisasi  aerogel  dilakukan  dengan  menganalisa  morfologi  aerogel, menganalisa  gugus  fungsi,  menguji  hidrofobitas,  dan  menguji  sifat  kelarutan.  Semakin  banyak  penambahan TMCS  maka  volume  pori  semakin  besar  sehingga  aerogel  semakin  rapuh.  Analisa  gugus  fungsi  menggunakan spektrofotometer  IR  menunjukkan  bahwa  permukaan  aerogel  silika  berhasil  dimodifikasi  yaitu  ditunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 848,62; 1379,01; dan 2962,46 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus Si-CH3. Rasio mol H2SiO3:TMCS yang menghasilkan sifat hidrofobitas pada aerogel adalah 1:0,82 dan 1:1,65.
Kata kunci: aerogel silika, gel silika, lumpur Lapindo, pengeringan pada tekanan ruang, trimetilklosilan
Penulis: Haris Zaemi, Rachmat Triandi Tjahjanto, Darjito
Kode Jurnal: jpkimiadd130082

Artikel Terkait :