PENGARUH PERBANDINGAN BERAT PADATAN DAN WAKTU REAKSI TERHADAP GULA PEREDUKSI TERBENTUK PADA HIDROLISIS BONGGOL PISANG
Abstrak: Bioetanol adalah
salah satu bentuk
energi terbarukan yang
menjanjikan. Sumber energi bioetanol
dapat berasal dari limbah pertanian yang
jarang dimanfaatkan seperti bonggol pisang. Produksi bonggol pisang di
Indonesia mencapai 107,5 Mton per tahun. Selulosa yang terkandung dalam bonggol
pisang mencapai 58,89% dapat diubah menjadi etanol melalui proses biologi
dan kimia (biokimia).
Untuk mengubah selulosa
menjadi glukosa (gula) diperlukan proses hidrolisis dengan
bantuan asam, misalnya asam sulfat (H2SO4), sedangkan untuk
mengubah gula menjadi bioetanol dipergunakan ragi Saccharomyces cereviseae.
Dalam makalah ini disampaikan
pengaruh perbandingan berat
padatan dan waktu
hidrolisis terhadap glukosa yang
terambil pada reaksi
hidrolisis untuk mengubah
selulosa pada bonggol pisang
menjadi glukosa yang dilakukan pada suhu 120oC. Satu liter aquades
dan 10 mL larutan asam
sulfat pekat ditambahkan
pada padatan dengan
perbandingan (padatan:air)
yang bervariasi dari
1:6,25, 1:5,88, 1:5,55,
1:5,25, 1:5, 1:4,75,
1:4,54, dan 1:4,375. Selanjutnya campuran
dipanaskan dalam autoclave sampai suhu yang diinginkan tercapai (120oC)
dan dijaga konstan. Sampel diambil sebanyak 6 mL setiap 10 menit sampai waktu
90 menit tercapai. Analisis glukosa yang terbentuk dilakukan dengan metode
Lane-Eynon. Hasil glukosa yang paling baik sebesar 13,08 g/100 mL didapatkan
pada suhu 1200C dalam waktu 80 menit dengan perbandingan padatan:aquadest 1:5.
Kata Kunci: Bioetanol, bonggol
pisang, hidrolisis
Penulis: Sri Rahayu Gusmarwani,
M. Sri Prasetyo Budi, Wahyudi Budi Sediawan, dan Muslikhin Hidayat
Kode Jurnal: jpkimiadd100041
