PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN DAN PENYINARAN CAHAYA TERHADAP KOMPONEN PENYUSUN MINYAK ATSIRI DARI TANAMAN SEREH (Cymbopogon winterianus) SERTA UJI AKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)
ABSTRAK: Pada penelitian ini
pengaruh lama waktu penyimpanan dan penyinaran cahaya pada minyak sereh diuji untuk mengetahui
perubahan komponen penyusun dalam minyak tersebut. Aktivitas minyak sereh
sebelum dan setelah penyimpanan juga diuji menggunakan metode BSLT. Penyimpanan
minyak sereh dilakukan dalam botol vial bening dan vial hitam yang disimpan dalam kotak kayu dengan perlakuan
penyimpanan yang berbeda selama 6 minggu. Kotak yang pertama disinari lampu
selama 24 jam, kotak kedua adalah kotak yang dua sisinya terbuat dari kasa
transparan, dan kotak ketiga adalah kotak tertutup yang berwarna hitam.
Analisis komponen penyusun minyak sereh sebelum penyimpanan menggunakan
Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (KG-SM) dan setelah penyimpanan menggunakan
Kromatografi Gas (KG). Hasil analisa KG-SM menunjukkan bahwa persentase senyawa
sitronelal, yang merupakan bahan aktif dalam minyak sereh, sebesar 24,730% dan
mengalami peningkatan secara signifikan menjadi 29,195% setelah proses
penyimpanan selama dua minggu dalam botol vial bening pada kotak yang disinari
lampu (kotak Pertama). Sampel ini
kemudian diuji aktivitasnya dengan BSLT. Hasil uji BSLT menunjukkan
besarnya nilai LC50 minyak sereh awal sebesar 9,19 ppm dan sebesar 19,76 ppm
pada minyak sereh setelah penyimpanan.
Kata kunci: Brine Shrimp
Lethality Test, minyak sereh, penyimpanan, penyinaran cahaya, sitronelal
Penulis: Rahmania Tulus Setya
Pratiwi, Elvina Dhiaul Iftitah, Siti Mariyah Ulfa
Kode Jurnal: jpkimiadd130029
