PEMANFAATAN EMISI GAS METANA DARI STASIUN KOMPRESOR SISTEM PERPIPAAN GAS ALAM SEBAGAI SUMBER ENERGI TERMAL
Abstrak: Emisi
gas CH4 ke atmosfer dapat menyebabkan pengaruh pemanasan global 21
kali lebih tinggi dibandingkan gas CO2. Salah
satu strategi untuk
mengurangi dampak tersebut adalah dengan
mengkonversi gas CH4 menjadi
CO2 dalam Reaktor
Aliran Bolak-Balik (RABB). RAB
adalah piranti yang tepat untuk mengolah gas yang berkonsentrasi sangat kecil
(0,1-1 %-v). Reaksi pembakaran CH4 bersifat eksotermis dengan Tadiabatik
berkisar antara 10–200oC (konsentrasi 0,1–1 %-v), sehingga panas
reaksinya dapat dimanfaatkan sebagai
sumber energi termal.
RABB memiliki kemampuan
dalam mengendalikan pergerakan panas
di dalam reaktor,
menyimpan panas, dan
memberikannya kembali untuk
memanaskan umpan yang bertemperatur rendah. Makalah ini menyampaikan hasil kajian tentang
pengaruh pengambilan panas
hasil reaksi pembakaran
gas CH4 sebagai sumber energi termal terhadap kinerja
RABB. Metodologi yang digunakan adalah dengan simulasi komputer. Untuk laju
alir umpan sebesar 0,22 L/s, panas optimum yang dapat dimanfaatkan adalah 43
kJ/m3.s (efisiensi pemulihan panas 50,4%) dan dibutuhkan laju alir udara
sebesar 92,9 g/s untuk mengekstrak panas.
Kata kunci: Reaktor
aliran bolak-balik, pembakaran
katalitik metana, pemodelan, simulasi efek rumah kaca, sistem
perpipaan gas
Penulis: Yogi
Wibisono Budhi, Mohammad Effendy
Kode
Jurnal: jpkimiadd090041
