OPTIMASI TEMPERATUR UDARA PENGERING DAN LAJU ALIR UMPAN PADA PROSES PENGERINGAN RAGI ROTI

Abstrak: Proses pengeringan ragi dalam produksi ragi kering aktif dilaksanakan dalam penelitian ini. Pengeringan  dilaksanakan  dalam  spray-dryer  (EYELA  ©  Spray  Dryer  SD-1)  dengan  aliran partikel searah aliran udara pengering. Laju alir umpan (18-20 %-berat) sebesar 100-200 mL/jam dan temperatur udara pengering antara 70-90°C divariasikan dengan tujuan untuk mendapatkan  ragi  yang  memiliki  keaktifan  maksimum.  Keaktifan  ragi  dinyatakan  sebagai viabilitas yaitu jumlah sel hidup, dan vitalitas yaitu jumlah sel yang dapat berkembang biak. Viabilitas  ditentukan  dengan  cara  menghitung  sel  pada  counting  chamber  di  bawah mikroskop  melalui  teknik  pewarnaan  (staining),  sedangkan  vitalitas  ditentukan  dengan menghitung  sel  vital  yang  dapat  tumbuh  kembali  pada  media  pertumbuhan  agar.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa baik temperatur udara pengering maupun laju alir umpan memberikan  pengaruh  yang  signifikan  terhadap  aktivitas  ragi.  Temperatur  memberikan pengaruh  yang  kuadratik  sedangkan  laju  alir  umpan  memberikan  pengaruh  yang  linier terhadap vitalitas ragi. Dalam rentang percobaan, kondisi optimum dicapai pada temperatur 70 °C  dan  laju  alir  umpan  200  mL/jam.  Kondisi  ini  menghasilkan  ragi  kering  dengan kandungan air antara 2-7%, dan cukup mirip dengan kandungan air ragi kering komersial (2,4%).
Kata Kunci: ragi kering, S. cerevisiae, pengeringan, spray-dryer, viabilitas, vitalita
Penulis: Ronny Purwadi, Nicko, dan Patricia Stephanie
Kode Jurnal: jpkimiadd090042

Artikel Terkait :