Modifikasi Teknologi Pengasinan Telur Melalui Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji dan Pasir terhadap Absorbsi Garam NaCl

Abstrak: Salah satu produk olahan telur yang teknologi pembuatannya sangat mudah dikerjakan yaitu telur asin  dimana  prinsip  pembuatannya  adalah  penggaraman  dengan  NaCl.  Fungsi  garam  dalam  proses pengasian  yaitu  mencegah  pertumbuhan  bakteri  sehingga  menjadi  lebih  awet  dan  menambah  cita  rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah serbuk gergaji dan pasir serta waktu pemeraman terhadap  kadar  NaCl  yang  terabsorbsi  pada  pembuatan  telur  asin.  Metode  penetapan  kadar  NaCl menggunakan  Argentometri  Mohr.  Penelitian ini dilaksanakan  di  Laboratorium  Analisis  Makanan  dan Minuman di  Universitas Setia Budi  Surakarta. Pembuatan telur  asin dengan memanfatkan limbah serbuk gergaji, pasir, tanah liat dan bata merah, dengan variasi waktu pemeraman (0, 4, 8, 12, 16 dan 20) hari. Berdasarkan hasil percobaan, Kadar NaCl telur asin pada media serbuk gergaji dengan waktu pemeraman (0,  4,  8,  12,  16,  20)  hari  berturut-turut  adalah  0,453%;  0,650%;  1,453%;  2,403%;  3,183%  dan  4,080% sedangkan kadar NaCl telur asin pada media pasir adalah 0,457%; 1,120%; 2,003%; 3,490% dan 4,853%. Berdasarkan uji statistik dengan  menggunakan  ANOVA dua jalan yang  dilanjutkan  dengan  uji  Dunnett menunjukkan  ada  beda  nyata  di  antara  seluruh  waktu  pengasinan  dan  tidak  ada  perbedaan  kadar  NaCl diantara semua media pengasinan yang diteliti. Lama waktu pemeraman untuk mendapatkan produk telur asin yang sesuai dengan kriteria makanan berasa asin adalah pada hari ke 12 dan 16 dengan kadar NaCl 2-4 %. Tingkat kesukaan konsumen dari pengunaan media pengasinan berturu turut adalah media bata merah kemudian serbuk gergaji, pasir dan tanah liat. 
Kata kunci: Teknologi pengasinan, Limbah gergaji, Garam NaCl
Penulis: Argoto Mahayana dan  Dra. Nur Hidayati
Kode Jurnal: jpkimiadd110007.

Artikel Terkait :