Dehidrasi Dengan Membran Pervaporasi NaA Zeolit Untuk Pemurnian Bioetanol menjadi Biofuel
Abstrak: Pengembangan
bahan bakar nabati
(biofuel) seperti bioetanol
sebagai energi alternatif
terus dilakukan. Pemurnian bioetanol
merupakan langkah yang
sangat krusial dan
mengkonsumsi biaya tinggi,
dimana hal ini disebabkan oleh
rendahnya kemurnian bioetanol
hasil fermentasi yang
berkisar 8-12 %. Pemurnian (dehidrasi) dengan teknologi
distilasi konvensional hanya
dapat memperoleh bioetanol
dengan kadar maksimal
95 %, sementara bioetanol
sebagai biofuel minimal
harus memiliki kemurnian
99,5 %. Pervaporasi,
proses pemisahan menggunakan
membran dengan gaya dorong perbedaan tekanan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan
tersebut. Dalam studi ini telah dilakukan kajian mengenai pengaruh temperatur
umpan dan tekanan pada sisi permeat
dengan penggunaan membran
pervaporasi anorganik NaA Zeolit
pada proses pervaporasi campuran bioetanol-air dengan
konsentrasi umpan 94,24 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur umpan dan
tekanan pada sisi permeat berpengaruh terhadap kinerja membran pervaporasi dan
proses pervaporasi terbaik didapatkan pada temperatur umpan 35 °C dan tekanan
sisi permeat 5 cmHg dengan proses batch selama 1 jam yang menghasilkan fluks
dan selektivitas masing-masing 0,7887 g/cm2.h dan 10,84 dengan kadar bioetanol
produk 54,24 %.
Kata kunci: bioetanol; fluks; pervaporasi; selektivitas
Penulis: Dehydration With NaA Zeolite Pervaporation
Membranes
Kode Jurnal: jpkimiadd110006
