KARAKTERISASI FISIOKIMIA DAN FUNGSIONAL KITOSAN YANG DIPEROLEH DARI LIMBAH CANGKANG UDANG WINDU

Abstrak: Tujuan penelitian adalah mengamati pengaruh modifikasi perlakuan proses terhadap sifat-sifat fisiokimia dan fungsional kitosan asal udang Windu (Penaeus monodon). Kitosan asal cangkang  kepiting  (crabshell)  produk  Sigma  Co.  USA  digunakan  sebagai  pembanding. Analisis karakteristik fisiokimia meliputi perolehan hasil, kadar air, nitrogen, abu, derajat deasetilasi  (DD),  viskositas,  kelarutan  dalam  asam,  dan  densitas  curah.  Analisis  sifat fungsional  meliputi  kemampuan  mengikat  air  (water  binding  capacity,  WBC),  dan kemampuan  mengikat  lemak  (fat binding capacity,  FBC).  Perolehan  maksimum  diperoleh dengan  mode  operasi  DMPAK  19,3%  basis  kering.  Perolehan  rata-rata  dari  mode  proses (DKMPA, DMPAK, dan DPMKA) 17,56%. Perolehan paling rendah diperoleh untuk DAMPK. Rata-rata kadar abu kitosan dari tiga proses pertama lebih rendah dari 1%, sedangkan pada proses DAMPK kadar abu 1,6%. Kitosan udang windu mempunyai viskositas sedang (> 250 cP) yaitu antara 330,3-461,3 cP, sesuai dengan kitosan technical grade produk Sigma, Co. Densitas curah berkisar antara 0,166-0,178 g/mL, lebih rendah dari densitas curah kitosan komersial asal kepiting antara 0,18-0,33 g/mL. Kemampuan mengikat air sekitar 504-529% adalah lebih rendah dari WBC crab kitosan yang berkisar pada 581-1.150%, dan kemampuan mengikat lemak (FBC) rata-rata 416,5% untuk minyak kedelai, 503% untuk minyak jagung, dan 400,8% untuk minyak wijen adalah relatif lebih tinggi dari FBC kitosan komersial yang berkisar antara 399,9-413,4%. 
Kata Kunci: kitosan, udang windu, kemampuan mengikat lemak, derajat deasetilasi (DD)
Penulis: Irwan Sofia, Pirman, dan Zulfiana Haris 
Kode Jurnal: jpkimiadd100032

Artikel Terkait :